Polres Buru Bergerak! Wujudkan Indonesia ASRI di HUT RI ke-81
NAMLEA DETIKAMBO.COM - Pagi belum sepenuhnya merekah di langit Kabupaten Buru pada Jumat, 7 Agustus 2026. Udara segar yang berembus dari arah perairan Teluk Kayeli seolah menjadi saksi bisu sebuah pergerakan yang tak biasa. Jika biasanya pagi hari diisi dengan kesibukan warga yang bergegas menuju pasar atau kantor, hari itu, sepanjang jalan dari Perempatan Brimob hingga Kantor KejaksaanNegeri Buru justru diwarnai oleh lautan seragam merah putih personil polres buru.
Tangan-tangan kekar para personel Kepolisian Resor (Polres) Buru itu tampak erat menggenggam sapu lidi, pengki,dan kantong sampah. Mereka tengah menjalankan sebuah "operasi" yang jauh lebih membumi yakni operasi membersihkan lingkungan. Di barisan terdepan, tanpa ragu, terlihat sosok Kapolres Buru, AKBP Sulastri Sukidjang,S.H., S.I.K., M.M. Pamen Polri wanita ini tidak sekadar memberi instruksi dari balik mejakerjanya. Ia turun langsung, menyatu dengan keringat anggotanya, menyapu dedaunan
kering dan menyingkirkan sampah plastik yang mengotori jalanan ibu kota kabupaten. Pemandangan humanis ini bukan sekadar rutinitas Jumat Bersih biasa. Ini adalah wujudnyata dari perayaan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kapolres Buru, AKBP Sulastri Sukidjang bersama personel bahu-membahu membersihkan jalanan di Namlea, Jumat (7/8/2026).
Menjelang usia kemerdekaan yang ke-81 tahun, makna "merdeka" tampaknya mulai dimaknai dengan cara yang lebih relevan dengan tantangan zaman. Merdeka hari ini bukan lagi sekadar lepas dari belenggu penjajah bersenjata, melainkan juga merdeka dari tumpukan sampah, merdeka dari sikap apatis terhadap kelestarian alam, dan merdeka dari ego sektoral antarinstansi. Polres Buru mengambil langkah inisiatif untuk mewujudkan makna kemerdekaan tersebut ke dalam sebuah karya yang nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat.
Bagi AKBP Sulastri, konsep ASRI memiliki irisan yang sangat kuat dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) kepolisian. "Aman" adalah core business dari Polri, namun keamanan tidak akan paripurna jika masyarakatnya tidak "Sehat". Kesehatan bermula dari lingkungan yang "Resik" (bersih), dan kebersihan pada akhirnya akan menciptakan. "Kami ingin merayakan kemerdekaan dengan karyanyata. Lingkungan yang bersih adalah cerminan masyarakat dan bangsa yang beradab. Melalui kerja bakti ini, kami wujudkan Indonesia ASRI—agar Kabupaten Buru senantiasa Aman, Sehat, Resik, dan Indah untuk kita semua."ungkap kapolres
Pemilihan rute pembersihan yang membentang dari Perempatan Brimob hingga Kantor Kejaksaan Negeri Buru pun rupanya bukan sebuah kebetulan. Rute ini merupakan salah satu urat nadi aktivitas masyarakat sekaligus simbol kehadiran negara. Membersihkan jalur ini adalah bentuk pesan non-verbal bahwa aparat penegak hukum hadir tidak hanya untuk menegakkan pasal-pasal pidana, tetapi juga untuk merawat kehidupan sosial dan ekologi masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini menjadi panggung terbuka yang mempertontonkan sinergitasdan soliditas. Anggota kepolisian bertegur sapa dan bekerja sama membersihkan sudut-sudut jalan, yang terkadang juga memancing simpati dari warga sekitar yang melintas. Semangat kebersamaan yang terpancar pagi itu memperkuat ikatan emosional, tidakhanya di internal korps baju cokelat, tetapi juga menjadi fondasi kerja sama antar lembaga dalam membangun lingkungan yang lebih layak huni.
lidi yang bergesekan dengan aspal seakan menyuarakan pesan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten dengan latar belakang masyarakat yang ikut terinspirasi
Semangat gotong royong mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa dalam menyambut HUT RI ke-81. Tumpukan dedaunan kering, plastik bekas kemasan, hingga ranting-ranting patah yang berhasil dikumpulkan menjadi bukti betapa seringnya kita luput memperhatikan kebersihan di sekitar kita. Lewat aksi nyata ini, Polres Buru berharap munculnya sebuah "efek riak" (ripple effect) di tengah masyarakat luas. Ketika masyarakat melihat aparat keamanan rela turun tangan dan berkotor-kotor ria demi lingkungan, diharapkan akan timbul rasa malu sekaligus kesadaran kolektif untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Harapan pimpinan Polres Buru sangat jelas, langkah kecil dari jajaran kepolisian inidapat menjadi pemantik, sebuah katalisator yang menginspirasi seluruh lapisan masyarakat dari pelosok desa hingga sudut kota di Kabupaten Buru. Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup bukanlah semata-mata tugas petugas kebersihan atau Dinas Lingkungan Hidup, melainkan tanggung jawab moral setiap individu yang bernaung di bawah panji Merah Putih.
Di usianya yang ke-81, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar upacara bendera dan pekik merdeka di lapangan. Bangsa ini membutuhkan tangan-tangan yang bersedia bekerja, merawat apa yang telah diwariskan oleh alam, dan memastikan bahwa udara, tanah, serta air nusantara tetap bersih untuk diwariskan kepada anak cucu kelak. Dari Kabupaten Buru, dari sabetan sapu lidi di Jumat pagi yang cerah, Polres Buru telah mencontohkan bagaimana kemerdekaan yang sesungguhnya dirayakan dengan pengabdian, kebersamaan, dan cinta yang tulus kepada alam semesta.
Peliput : DetikAmbon.Com-Namlea