Minggu, 19 Juli 2026
Detik Ambon Logo
DETIK AMBON AKTUAL TERPERCAYA DAN TERKINI
TRENDING
Kepualaun Aru

Puluhan Pelajar di Dobo Tumbang Usai Gerak Jalan HUT RI

d
detik ambon Jurnalis Detik Ambon
Thursday, 13 August 2026 | 39 views
Bagikan:
Puluhan Pelajar di Dobo Tumbang Usai Gerak Jalan HUT RI


DOBO, KEPULAUAN ARU – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kota Dobo, Kepulauan Aru, Maluku, diwarnai sebuah insiden yang memilukan. Antusiasme yang membara dari para peserta lomba gerak jalan indah kategori pelajar, seketika berubah menjadi situasi yang menegangkan ketika puluhan siswa tiba-tiba jatuh pingsan sesaat setelah melintasi garis akhir.

Acara tahunan yang seyogianya dipenuhi sorak-sorai kebanggaan ini mendadak diliputi kepanikan. Satu per satu siswa dari berbagai tingkatan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), bertumbangan tak berdaya. Momen kebanggaan setelah berhasil menyelesaikan rute perlombaan seketika berganti dengan suara kepanikan warga dan langkah cepat para petugas yang berusaha mengevakuasi para peserta yang pucat dan lemas.

Tumbangnya puluhan generasi penerus bangsa ini diduga kuat akibat dehidrasi berat. Teriknya sengatan matahari Kota Dobo hari itu rupanya terlalu ekstrem untuk ditahan oleh fisik para pelajar. Energi mereka yang telah terkuras habis sepanjang rute gerak jalan, akhirnya mencapai batasnya tepat saat mereka menyentuh garis finish.

Banyaknya siswa yang tak sadarkan diri dalam rentang waktu yang hampir bersamaan membuat situasi darurat tak terhindarkan. Tim medis yang bersiaga di lokasi perlombaan tampak kewalahan menghadapi gelombang peserta yang terus berjatuhan.

Fasilitas darurat yang disediakan panitia seketika lumpuh. Dua unit mobil ambulans yang bersiaga di lokasi ternyata sama sekali tidak mampu melayani dan mengevakuasi puluhan pelajar yang membutuhkan pertolongan segera. Pemandangan petugas yang berlarian membawa tandu dan peralatan medis menjadi pemandangan yang mendominasi area ujung perlombaan.

Di tengah keterbatasan fasilitas medis dan membludaknya jumlah siswa yang jatuh pingsan, panitia dan tim kesehatan dipaksa untuk bertindak cepat dan memutar otak. Sebagai langkah penanganan darurat, sebuah terpal panjang terpaksa digelar di dalam tenda utama. Di atas alas sederhana itulah para pelajar dibaringkan berjajar agar dapat segera ditangani secara medis dan mendapatkan udara yang cukup.

Menyadari situasi yang semakin tidak terkendali, pihak panitia akhirnya meningkatkan kewaspadaan. Mereka berjaga-jaga membentuk barisan tepat di garis akhir. Mata para petugas awas memperhatikan setiap regu yang melintas, bersiap siaga untuk langsung menangkap dan menopang anggota regu yang terlihat oleng atau tiba-tiba kehilangan kesadaran.

Kejadian di Kota Dobo ini menjadi sebuah potret haru tentang perjuangan para pelajar dalam memeriahkan hari kemerdekaan, sekaligus menjadi pengingat penting akan pentingnya antisipasi cuaca dan kesiapan medis ekstra dalam perhelatan akbar di masa mendatang.( **)

Penulis : Redaksi DetikAmbon.Com