Minggu, 19 Juli 2026
Detik Ambon Logo
DETIK AMBON AKTUAL TERPERCAYA DAN TERKINI
TRENDING
Namlea

Si Jago Merah Mengamuk di Buru, Warga Padamkan Api Pakai Ember & Jerigen

d
detik ambon Jurnalis Detik Ambon
Tuesday, 25 August 2026 | 13 views
Bagikan:
Si Jago Merah Mengamuk di Buru, Warga Padamkan Api Pakai Ember & Jerigen

NAMLEA, DETIKAMBON.COM — Kebakaran lahan hebat melanda wilayah Kabupaten Buru, Maluku. Si jago merah mengamuk dan melahap kawasan perkebunan minyak kayu putih yang membentang dari Desa Basalale hingga Desa Waelo, Kecamatan Waelata, Selasa (25/8/2026).

Di tengah terjangan angin kencang dan musim kemarau panjang, kobaran api bergerak dengan sangat cepat. Tak hanya menghanguskan lahan warga, lidah api bahkan mulai merayap mendekati kawasan permukiman penduduk, memicu kepanikan warga setempat.

Bhabinkamtibmas Desa Basalale, Brigpol Slamet Mujianto, mengungkapkan bahwa api awalnya membakar wilayah Basalale sebelum akhirnya meluas akibat tiupan angin yang cukup kuat ke arah Desa Waelo.

"Kondisi angin yang kencang membuat api cepat menjalar dan mulai mengarah ke permukiman warga," ujar Slamet saat dikonfirmasi.

Melihat ancaman yang kian nyata, aparat gabungan dari unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa, bersama warga bahu-membahu terjun langsung ke lokasi untuk menjinakkan api.

Namun, upaya heroik tersebut dihadapkan pada kendala besar. Minimnya fasilitas membuat warga harus berjibaku menggunakan peralatan seadanya, seperti ember dan jerigen.

Mereka secara manual mengangkut air dari saluran irigasi terdekat untuk disiramkan ke titik-titik api demi menghambat laju kebakaran. Sayangnya, cara konvensional ini kewalahan menghadapi ganasnya api yang terus membesar.

"Upaya pemadaman dengan peralatan seadanya belum mampu mengimbangi cepatnya pergerakan api. Kobaran terus merambat dan meningkatkan kekhawatiran warga," tambah Slamet.

Peristiwa ini menjadi pengingat darurat akan kerawanan bencana di tengah puncak musim kemarau. Warga Desa Basalale dan Waelo kini hidup dalam kecemasan dan berharap pemerintah daerah segera turun tangan.

Masyarakat mendesak agar mobil pemadam kebakaran (damkar) dapat disiagakan di wilayah kecamatan. Kehadiran sarana yang memadai dinilai sangat krusial agar ancaman kebakaran lahan serupa dapat ditangani secara cepat sebelum benar-benar meluluhlantakkan rumah warga.(**)