Ancaman Sabotase di Tengah Kemarau: Lahan Siatele Dibakar, Kebun Kakao Global Terancam
SERAM UTARA, DETIKAMBON – Di tengah peringatan dini cuaca ekstrem dan fenomena El Niño yang melanda wilayah Maluku, sebuah insiden mengkhawatirkan terjadi di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Sebuah lahan di kawasan Siatele diduga sengaja dibakar oleh Orang Tak Dikenal (OTK) pada Rabu, 5 Agustus 2026, sore hari. Insiden ini tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga sempat mengancam salah satu aset ekonomi penting di daerah tersebut: perkebunan kakao milik PT Sumber Daya Wahana (PT SDW).
Berdasarkan laporan, titik api mulai mengepul sekitar pukul 16:22 WIT, waktu di mana aktivitas perkebunan mulai surut namun risiko penyebaran api akibat angin sore sangat tinggi. Beruntung, respon cepat dilakukan oleh tim gabungan. Personel Polsek Wahai, di bawah komando Kapolsek AKP Fahrul Sabban, langsung bergerak ke lokasi. Mereka bahu-mambahu dengan manajemen dan sekitar 20 karyawan PT SDW.
Perjuangan menjinakkan "si jago merah" di lahan kering memerlukan kerja keras. Tim menggunakan satu unit truk tangki air dan satu unit jonder tangki air untuk memutus pergerakan api utama, dibantu dengan peralatan manual untuk memadamkan sisa-sisa api di area yang sulit dijangkau kendaraan. Yang membuat kejadian ini menonjol dan menjadi perbincangan adalah kuatnya dugaan bahwa lahan tersebut sengaja dibakar. Kapolsek Wahai, AKP Fahrul Sabban, membenarkan dugaan keterlibatan OTK dalam kejadian tersebut.
Insiden ini terjadi di saat yang sangat rentan. Berdasarkan pantauan data BMKG, wilayah Maluku saat ini tengah menghadapi dampak fenomena El Niño kuat yang diperkirakan bisa mencapai kategori "sangat kuat" atau dijuluki sebagai El Niño "Godzilla" pada tahun 2026 ini. Kondisi ini menyebabkan kemarau panjang, kekeringan parah, dan membuat vegetasi semak belukar menjadi sangat mudah terbakar. Tindakan pembakaran lahan, baik sengaja maupun tidak, di jam kritis seperti itu adalah tindakan sabotas lingkungan yang dapat memicu bencana besar.
Ancaman terhadap PT Sumber Daya Wahana bukanlah masalah sepele bagi ekonomi daerah dan nasional. PT SDW diidentifikasi sebagai anak perusahaan dari Olam International Ltd, salah satu raksasa agribisnis global terkemuka di dunia, terutama dalam rantai pasok kakao dan kopi.
Perkebunan kakao di Seram Utara merupakan bagian penting dari pasokan kakao berkualitas dari Indonesia. Kebakaran yang meluas ke areal perkebunan tidak hanya akan menyebabkan kerugian finansial yang masif bagi perusahaan, tetapi juga berpotensi memutus mata pencaharian ratusan karyawan lokal dan mengganggu posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kakao utama dunia. Keberhasilan pemadaman cepat ini berhasil mencegah kerugian ekonomi yang jauh lebih besar
Pasca-pemadaman, fokus kini beralih pada investigasi dan pencegahan. Pihak Polsek Wahai segera melakukan sterilisasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari bukti-bukti pembakaran. Patroli gabungan antara polisi dan petugas keamanan PT SDW juga diintensifkan untuk memastikan tidak ada titik api baru dan mencegah kejadian serupa terulang.
Polisi mengimbau keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apapun selama musim kemarau ini. Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan aktivitas mencurigakan yang dapat memicu kebakaran.
Kejadian di Siatele adalah peringatan keras bahwa menjaga kelestarian lingkungan dan aset ekonomi dari ancaman karhutla adalah tanggung jawab bersama. Di tengah ancaman iklim yang nyata, tindakan sabotase seperti ini tidak boleh ditoleransi.(**)