Minggu, 19 Juli 2026
Detik Ambon Logo
DETIK AMBON AKTUAL TERPERCAYA DAN TERKINI
TRENDING
Maluku Tengah

Angin Segar Kebangkitan Petani: Mengawal Megaproyek Hilirisasi Kelapa dan Pala di Maluku Tengah

d
detik ambon Jurnalis Detik Ambon
Saturday, 15 August 2026 | 59 views
Bagikan:
Angin Segar Kebangkitan Petani: Mengawal Megaproyek Hilirisasi Kelapa dan Pala di Maluku Tengah


Oleh: Redaksi detikAmbon : 15 Agustisn 2026

DetikAmbon -  Tengah bersiap menyongsong fajar baru dalam lanskap perekonomian daerah. Sebuah langkah monumental telah ditorehkan di atas tanah Liang Awaiya, Kecamatan Teluk Elpa Putih, Kabupaten Maluku Tengah. Di sanalah titik nol bagi berdirinya Program Strategis Nasional (PSN) yang berfokus pada hilirisasi komoditas unggulan Bumi Raja-Raja: kelapa dan pala.

Sejak peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilaksanakan dengan penuh optimisme pada Rabu, 29 April 2026 lalu, proyek raksasa ini terus menjadi sorotan utama. Bukan tanpa alasan, proyek hilirisasi ini digadang-gadang akan menjadi motor penggerak utama yang mampu merombak struktur ekonomi masyarakat dari hulu hingga hilir.

Menyikapi perkembangan progresif tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, melalui Komisi II, dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk mengawal penuh jalannya PSN ini. Dukungan parlemen menjadi kunci agar mahakarya ekonomi ini tidak hanya indah di atas cetak biru, melainkan benar-benar berjalan mulus sesuai rencana (on the track) dan berdampak langsung pada piring-piring makan masyarakat. Bagi DPRD Maluku, hilirisasi bukanlah sekadar jargon ekonomi, melainkan jawaban atas penantian panjang para petani kelapa dan pala yang selama ini terpinggirkan oleh rantai niaga komoditas mentah yang tidak berpihak pada mereka.

Ketua Komisi II DPRD Maluku, Irawadi, tampil sebagai salah satu tokoh yang paling vokal menggaungkan urgensi proyek ini. Dalam keterangannya, Irawadi memberikan ulasan yang mendalam mengenai mengapa program hilirisasi di Liang Awaiya ini menempati posisi yang sangat vital bagi masa depan perekonomian Provinsi Maluku.

Menurutnya, sudah saatnya Maluku melepaskan diri dari kutukan pengekspor bahan mentah. Dengan adanya fasilitas hilirisasi, hasil panen petani tidak lagi dijual dengan harga murah dalam bentuk kopra mentah atau biji pala biasa, melainkan diolah terlebih dahulu menjadi produk turunan yang bernilai jual tinggi (value-added) di pasar domestik maupun internasional. "Program strategis nasional hilirisasi kelapa dan pala ini sangat penting dan wajib kita dorong dengan seluruh daya. Mengapa? Karena muara dari proyek ini adalah penguatan fondasi ekonomi masyarakat Maluku secara langsung. Nilai jual hasil panen petani kita, baik kelapa maupun pala, dipastikan akan melonjak drastis dari sebelumnya," tegas Irawadi.

Lebih lanjut, Irawadi menilai bahwa integrasi yang terjalin erat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Maluku, dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menjadi kunci kelancaran PSN ini. Sinergi lintas sektoral ini memastikan bahwa regulasi, infrastruktur pendukung, dan tata niaga dapat berjalan selaras tanpa tumpang tindih kebijakan yang seringkali menghambat laju investasi di daerah.

Selain menjanjikan lonjakan harga komoditas bagi para petani, proyek hilirisasi di Teluk Elpa Putih ini juga membawa berkah lain yang tak kalah krusialnya: pembukaan lapangan pekerjaan. Di tengah tantangan bonus demografi dan kebutuhan akan ketersediaan lapangan kerja yang memadai, hadirnya sentra industri pengolahan ini bak oase di padang gurun.

Irawadi memproyeksikan bahwa operasional industri hilirisasi ini nantinya tidak akan bisa berjalan sendiri. Industri ini akan memicu efek domino positif (multiplier effect) yang luar biasa terhadap sektor riil di sekitarnya. "Selain mengangkat derajat ekonomi petani lewat nilai jual, program hilirisasi raksasa ini akan menyerap ratusan, bahkan mungkin ribuan tenaga kerja lokal. Ini adalah solusi konkret untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Maluku Tengah," tambah Irawadi.

Komisi II DPRD Maluku berkomitmen penuh untuk terus memantau setiap fase pembangunan fisik hingga operasional pabrik nantinya. Harapan besarnya, proyek di Liang Awaiya ini dapat menjadi percontohan (role model) keberhasilan program hilirisasi sumber daya alam di Kawasan Timur Indonesia.

Kini, jutaan pasang mata rakyat Maluku menaruh asa pada deru mesin pabrik yang kelak akan beroperasi. Harumnya aroma pala dan gurihnya kelapa Maluku tidak lama lagi akan bertransformasi menjadi pundi-pundi kesejahteraan yang nyata, bukan lagi sekadar kepingan sejarah masa lalu.(**)