Bukan Cuma Angkat Senjata! Ratusan Pelajar Ambon Diajak Melek 'Perang Kognitif' di Era Digital
DetikAmbon, Di era digital yang serba cepat, ancaman terhadap keutuhan negara kini tak lagi sekadar serangan fisik atau adu senjata, melainkan 'perang' yang diam-diam menyusup lewat layar gadget kita sehari-hari.
Menyadari hal tersebut, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI melalui Badan Cadangan Nasional turun langsung ke Kota Ambon, Maluku, untuk membekali ratusan pelajar dan mahasiswa dengan "perisai" pelindung, yakni lewat kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara.
Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, menegaskan bahwa bela negara di masa kini adalah tentang pembentukan karakter. Menurutnya, generasi muda yang tangguh adalah kunci masa depan bangsa.
"Memahami nilai dasar bela negara itu dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kita seperti cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, hingga kesiapan berkorban demi bangsa," ujar Brigjen Parluhutan di hadapan para peserta.
Secara khusus, jenderal bintang satu ini juga memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Ambon. Ia menilai, keteladanan masyarakat Maluku dalam membangun harmoni, toleransi, dan perdamaian adalah ketahanan sosial yang menjadi modal dasar yang sangat kuat bagi Indonesia. Meski begitu, ia mengingatkan agar pemuda Maluku tidak lengah, karena tantangan global ke depan akan semakin kompleks.
Senada dengan hal tersebut, Walikota Ambon Bodewin Wattimena menyoroti ancaman nyata yang kini mengintai anak muda Menurut Bodewin, dinamika global saat ini membuat serangan terhadap integritas bangsa menyusup lewat celah teknologi yang kita genggam setiap hari. "Saat ini generasi muda dihadapkan pada fenomena perang kognitif. Ini adalah upaya sistematis untuk memengaruhi cara berpikir, persepsi, keyakinan, hingga ideologi bangsa," tegas Bodewin.
Ia mengingatkan bahwa sasaran empuk sekaligus utama dari perang tak kasat mata ini adalah pelajar dan mahasiswa, kelompok yang paling aktif berselancar di ruang digital (media sosial). Ketika ruang digital dipenuhi oleh hoaks atau informasi yang tidak terverifikasi, yang terancam bukan sekadar pengetahuan, melainkan jati diri kebangsaan dan rasa cinta tanah air.
Langkah nyata Kemhan RI dalam membentengi generasi muda ini tidak berjalan sendirian. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kodam XV/Pattimura, Kementerian Agama RI, hingga Pemerintah Daerah setempat yang turut hadir sebagai pemateri. Sinergi lintas instansi ini bertujuan satu membentuk jati diri pemuda Maluku agar tetap mencintai Indonesia dan menjauhi tindakan yang merugikan diri sendiri maupun negara.
Acara yang dikemas secara interaktif ini pun disambut antusias. Ratusan peserta yang didominasi pelajar dan mahasiswa di Kota Ambon tampak aktif mengikuti jalannya acara. Mereka tak hanya pulang membawa ilmu, tapi juga kesadaran baru bahwa menjaga Indonesia kini bisa dimulai dari ujung jari dan kejernihan pikiran mereka di dunia maya.
Redaksi : DetikAmbon.Com