Hangatnya Berbagi di Balik Jendela Masjid Cendekia Maluku: Menelusuri Jejak Jumat Makan Barokah
Oleh Tim Redaksi DetikAmbon | 15 Agustus 2026
DetikAmbon.Com, Suasana hangat penuh kebersamaan dan gelak tawa seketika memecah keheningan divkawasan Masjid Cendekia Maluku sesaat setelah ibadah Salat Jumat usai. Siang itu, Terik matahari yang menyengat seolah tak menyurutkan antusiasme ratusan anak-anak, pelajar, hingga warga sekitar yang tumpah ruah memenuhi area pelataran dan serambi masjid. Mereka tidak sekadar berkumpul, melainkan Tengah merayakan sebuah tradisi baru yang membawa angin segar bagi kehidupan sosial beragama di kawasan Masjid Cendekia maluku
Program yang digagas secara apik oleh Yayasan Cendekia Maluku bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) ini menjadi sebuah magnet baru yang sukses meramaikan masjid setiap hari Jumat. Jika biasanya jemaah bergegas pulang setelah salam penutup, kin pemandangannya jauh berbeda. Ratusan siswa dan warga setempat duduk bersila berdampingan, menyambut senyum para relawan yang membagikan makanan.
Tidak ada sekat pembatas semua orang dari berbagai lapisan masyarakat berbaur menikmati hidangan, menyatu dalam sebuah bingkai kebersamaan yang menghangatkan hati. Lebih Dari Sekadar Mengenyangkan Perut, Di balik riuhnya kegiatan pembagian makanan, tersimpan sebuah visi besar. Menu yang disajikan memang terbilang sederhana, namun maknanya jauh melampaui sebatas asupan kalori. Kegiatan ini dirancang secara khusus sebagai instrumen perekat sosial sekaligus upaya revitalisasi fungsi masjid di era modern.
Ketua Yayasan Cendekia Maluku, Doktor Abdurachman, yang ditemui di sela-sela kesibukannya memantau kegiatan, menjelaskan bahwa lahirnya inisiatif Jumat Makan Barokah bermula dari sebuah keinginan luhur untuk mengembalikan fungsi masjid seperti pada zaman Rasulullah SAW. Masjid bukan sekadar tempat menunaikan ibadah atau ritual salat semata, melainkan episentrum kehidupan bermasyarakat, tempat keluh kesah dijawab, dan tempat kebahagiaan dibagikan. Jumat Makan Barokah ini tidak lain bertujuan untuk menghidupkan masjid sekaligus membagi kebahagiaan antar sesama. Kita ingin masyarakat, terutama anak-anak, merasakan bahwa masjid Adalah tempat yang ramah, hangat, dan selalu hadir untuk mereka.
Menurut Dr. Abdurachman, esensi dari kegiatan makan bersama di dalam lingkungan masjid adalah untuk menjalin kebersamaan yang erat. Dengan duduk bersama dan merasakan nikmat berbagi, silaturahmi antarwarga secara otomatis akan semakin kokoh. Program ini bisa terlaksana dengan lancar berkat sumbangan dari para donatur yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kegiatan sosial. Ini adalah wujud nyata dari gotong royong umat,” tambahnya dengan nada penuh syukur.
Salah satu target utama dari program Jumat Makan Barokah adalah ratusan siswa yang menempuh pendidikan di kawasan Cendekia Maluku. Bagi anak-anak usia sekolah, asupan gizi yang baik merupakan pondasi krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan kognitif mereka. Menyadari hal tersebut, panitia penyelenggara tidak sembarangan dalam menentukan menu makanan.
Setiap pekannya, pengurus masjid dan relawan bekerja keras menyiapkan sedikitnya 300 porsi makanan siap saji. Bukan sembarang makanan, panitia memastikan kualitas menu selalu bervariasi dan memenuhi standar gizi seimbang. Mulai dari olahan ayam yang kaya protein, ikan segar khas perairan Ambon yang kaya akan Omega-3, hingga aneka sayur - mayur yang diolah secara higienis.
Bagi para siswa, hari Jumat kini menjadi hari yang paling dinantikan. Selain mendapatkan pencerahan rohani melalui khotbah, mereka juga mendapatkan asupan fisik yang mumpuni. Pemandangan ratusan siswa yang mencicipi hidangan dengan lahap diiringi canda tawa teman sebaya menjadi bukti nyata betapa program ini memberikan kebahagiaan tersendiri. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat, tetapi juga secara konsisten memperbaiki asupan gizi ratusan siswa setiap minggunya.
Keberhasilan program ini tentu tidak lepas dari peran aktif pengurus masjid dan antusiasme masyarakat. Imam Besar Masjid Cendekia Maluku, Ustadz Samiun, S.Pd. mengakui bahwa sejak pertama kali digulirkan, respons yang diterima sangat luar biasa.” Alhamdulillah, kegiatan yang sudah berjalan selama empat pekan ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat. Tidak hanya dari jamaah tetap, tetapi juga dari ratusan siswa di kawasan Cendekia Maluku yang selalu menantikan momen ini, “ungkap Ustadz
Lebih lanjut, Ustadz Samiun menegaskan komitmen DKM untuk terus mengawal kelangsungan program ini. Menurutnya, kegiatan sosial semacam ini sangat efektif untuk menghidupkan suasana dan kecintaan umat terhadap masjid. Kita akan terus berupaya agar kegiatan ini menjadi agenda rutin yang tidak terputus, demi menghidupkan suasana masjid setiap harinya, khususnya di hari Jumat yang penuh berkah “paparnya.
Meski antusiasme terus meningkat, tantangan terbesar dari program amal yang bersifat rutin adalah menjaga keberlanjutannya . Menyediakan 300 porsi makanan bergizi setiap minggu tentu membutuhkan dukungan finansial dan material yang tidak sedikit. Oleh karena itu, sinergi antara pengelola masjid dan para donatur menjadi kunci utama. Ustadz Samiun mewakili seluruh pengurus menaruh harapan besar agar semangat berbagi ini dapat menular lebih luas.” Kami sangat berharap, para donatur, baik dari kalangan jamaah sendiri maupun masyarakat luas yang peduli, dapat terus menyalurkan sumbangannya. Dengan begitu, program ini dapat terus berlangsung tanpa kendala, demi peningkatan gizi bagi ratusan anak-anak dan warga sekitar yang membutuhkan Kehadiran program Jumat Makan Barokah di Masjid Cendekia Maluku” Pungkas Ustadz
Jumat Makan Barokah bukan lagi sekadar kegiatan makan bersama secara harfiah, tetapi telah berevolusi menjadi simbol nyata kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat membara untuk menghidupkan masjid. Di serambi Masjid Cendekia Maluku, setiap suapan makanan adalah doa, dan setiap senyum yang mengembang adalah wujud rasa syukur atas nikmat Tuhan yang tak terhingga.(**)