Minggu, 19 Juli 2026
Detik Ambon Logo
DETIK AMBON AKTUAL TERPERCAYA DAN TERKINI
TRENDING
berita terkini

Gempa Dahsyat NTT: KOWANI Serukan Gerakan Solidaritas Nasional "Pray for NTT"

d
detik ambon Jurnalis Detik Ambon
Sunday, 16 August 2026 | 47 views
Bagikan:
Gempa Dahsyat NTT: KOWANI Serukan Gerakan Solidaritas Nasional "Pray for NTT"


Oleh: Redaksi DetikAmbon.com | 16 Agustus 2026 

JAKARTA, DetikAmbon.com — Bencana gempa bumi yang memporak-porandakan sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) memantik simpati dan solidaritas dari berbagai pihak di tingkat nasional. Salah satu langkah cepat datang dari Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) yang resmi menggalang gerakan kepedulian berskala masif untuk masyarakat terdampak.

Gerakan kemanusiaan tersebut diluncurkan secara resmi di bawah tajuk “KOWANI Peduli Nusa Tenggara Timur” dan mengusung pesan moral “Pray for Nusa Tenggara Timur”. Ketua Umum KOWANI periode 2024–2029, Nannie Hadi Tjahjanto, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas tragedi yang menimpa warga NTT. Ia menegaskan bahwa krisis yang terjadi pascagempa tidak bisa hanya diselesaikan oleh petugas di lapangan, melainkan membutuhkan sokongan dan solidaritas dari seluruh elemen bangsa.

Menurut Nannie, di tengah situasi krisis dan darurat seperti saat ini, bantuan sekecil apa pun akan memiliki dampak psikologis dan material yang sangat besar bagi para korban. “KOWANI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan dan bantuan bagi saudara-saudara kita yang terdampak. Dalam situasi seperti ini, sekecil apa pun kepedulian dan bantuan yang kita berikan akan sangat berarti bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit,” tegas Nannie dalam pernyataan resminya.

Skala kerusakan dan jumlah masyarakat yang terdampak gempa bumi NTT menuntut adanya gotong royong nasional. Menyadari hal tersebut, KOWANI tidak bergerak sendirian. Seruan kemanusiaan "KOWANI Peduli NTT" ini secara khusus ditujukan kepada seluruh jaringan organisasi anggota KOWANI di seluruh Indonesia. Selain itu, ajakan ini juga meluas ke Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), sektor dunia usaha, berbagai komunitas sosial, hingga masyarakat umum.

Semangat gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia diharapkan dapat menjadi motor penggerak utama untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak, sekaligus mendukung percepatan proses pemulihan (recovery) pascabencana. Namun, Nannie Hadi Tjahjanto menekankan sebuah perspektif penting. Ia menuturkan bahwa dukungan terhadap korban bencana tidak melulu harus diukur dari bentuk materi atau finansial. Dukungan moral melalui doa dan perhatian tulus terhadap kondisi psikologis masyarakat terdampak memiliki nilai yang sama vitalnya. “Setiap doa, setiap uluran tangan, dan setiap bantuan yang diberikan akan menjadi harapan bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Nannie, mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkontribusi dalam bentuk apa pun.

Memasuki fase tanggap darurat, kondisi di lokasi bencana masih diselimuti duka mendalam, terutama bagi keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta. Melalui gerakan kepedulian ini, jajaran KOWANI memanjatkan doa khusus bagi para korban yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan, agar mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Lebih lanjut, simpati mendalam juga diarahkan kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Nannie Hadi Tjahjanto dan seluruh jajaran pengurus KOWANI berharap agar keluarga korban senantiasa diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian berat ini. Bagi masyarakat luas yang terdampak dan kini berada di pengungsian, doa keselamatan serta kekuatan terus dipanjatkan agar mereka segera mampu kembali bangkit menata kehidupan.

Gerakan “KOWANI Peduli Nusa Tenggara Timur” ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi gerakan-gerakan solidaritas lainnya di seluruh penjuru Tanah Air, merajut kembali kekuatan bangsa di tengah musibah. “Bersama, kita bisa meringankan beban mereka. Kepedulian kita, harapan mereka,” pungkas Nannie, menutup seruan kemanusiaan tersebut dengan pesan yang menggugah nurani. (Red/DetikAmbon)