Minggu, 19 Juli 2026
Detik Ambon Logo
DETIK AMBON AKTUAL TERPERCAYA DAN TERKINI
TRENDING
Kota Ambon

Nyawa Melayang Sia-sia: DPRD Maluku Tuntut Evaluasi Total Jam Operasional Kontainer

d
detik ambon Jurnalis Detik Ambon
Thursday, 6 August 2026 | 62 views
Bagikan:
Nyawa Melayang Sia-sia: DPRD Maluku Tuntut Evaluasi Total Jam Operasional Kontainer


DETIKAMBON.COM – Jalan raya Kota Ambon kembali memakan korban jiwa. Sebuah kecelakaan maut yang melibatkan truk kontainer menambah daftar panjang tragedi lalu lintas yang melibatkan kendaraan bertonase besar di ibu kota Provinsi Maluku ini.

Insiden nahas ini langsung memantik reaksi keras dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yermias, dalam akun Fecebooknya,  Ia menyoroti tajam betapa rentannya keselamatan warga Ambon saat berbagi jalan dengan raksasa besi tersebut.

Menurut Anos, kecelakaan maut yang melibatkan truk kontainer di Ambon bukanlah kejadian pertama. Kejadian ini seakan mengulang luka lama yang belum sepenuhnya sembuh dari ingatan warga. "Sepengetahuan saya, ini adalah kedua kalinya kecelakaan yang melibatkan mobil kontainer menimbulkan korban jiwa di Kota Ambon," ungkap Anos Yermias dengan nada prihatin.

Lebih lanjut, politisi ini membeberkan bahwa kasus mematikan pertama yang ia ingat terjadi beberapa tahun silam, tepatnya di depan Markas Kodaeral IX Ambon. Kini, tragedi serupa kembali terulang. "Bisa saja jumlahnya (kecelakaan) lebih dari itu, tetapi dua peristiwa fatal ini yang saya ketahui pasti. Kejadian-kejadian seperti ini seharusnya dan wajib menjadi bahan evaluasi serius bagi semua pihak," tegasnya.

Bagi Anos dan sebagian besar masyarakat Ambon, kecelakaan ini bukanlah sekadar musibah biasa, melainkan buntut dari sistem operasional kendaraan berat di jalanan kota yang selama ini terkesan dibiarkan tanpa pengawasan ketat. Di balik insiden maut ini, ada keresahan yang sudah lama terpendam di tengah masyarakat Ambon. Keresahan itu berkaitan dengan cara truk-truk kontainer raksasa tersebut beroperasi dan membelah jalanan kota yang terbilang sempit dan padat.

Anos Yermias dengan lugas menyuarakan keluhan warga yang kerap merasa kaget saat berpapasan dengan truk kontainer, terutama yang mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian (Patwal). "Masyarakat sudah terlalu sering mengeluhkan cara sebagian truk kontainer beroperasi di jalan raya. Dengan pengawalan satu unit kendaraan Patwal, tidak jarang truk kontainer melaju dengan kecepatan tinggi di ruas jalan yang sempit dan padat," papar Anos.

Alih-alih merasa terlindungi, gaya mengemudi ugal-ugalan yang berlindung di balik sirene pengawalan justru memicu ketakutan. Menurut Anos, hal ini telah menimbulkan keresahan dan rasa tidak aman yang sangat nyata bagi pengguna jalan lainnya, baik pengendara motor, mobil pribadi, maupun pejalan kaki.

Ia mengingatkan kembali esensi dari sebuah pengawalan lalu lintas. "Pengawalan lalu lintas itu seharusnya bertujuan menciptakan keamanan dan kelancaran. Bukan sebaliknya, memberikan kesan bahwa kendaraan tertentu punya 'keistimewaan' untuk bebas melaju tanpa mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan yang lain," kritiknya

Kritik ini menjadi tamparan keras bagi sistem lalu lintas di Ambon. Penggunaan jalan raya seharusnya berlandaskan asas kesetaraan dalam keselamatan, di mana nyawa masyarakat umum tidak boleh dikorbankan demi kelancaran logistik semata. Merespons rentetan masalah ini, Anos Yermias tidak hanya melontarkan kritik, tetapi juga mendesak adanya tindakan nyata. Ia secara khusus meminta institusi terkait untuk segera duduk bersama dan melakukan perombakan sistem. "Saya meminta dengan tegas kepada Ditlantas Polda Maluku, Satlantas Polresta Ambon, pihak Pelindo, serta perusahaan-perusahaan angkutan kontainer untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional kendaraan kontainer di Kota Ambon," desak Anggota DPRD Maluku tersebut.

Agar pengawasan bisa dilakukan secara transparan oleh publik, Anos menuntut adanya aturan baku yang disosialisasikan secara resmi kepada masyarakat luas. Warga Ambon, menurutnya, berhak tahu kapan jalanan mereka aman dari lalu-lalang kendaraan raksasa tersebut.

Ia merinci empat informasi krusial yang harus segera diumumkan secara resmi kepada Masyarakat, terutama Jam operasional truk kontainer saat keluar dari Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.Jam operasional truk kontainer saat kembali ke pelabuhan.Jalur khusus yang diizinkan untuk digunakan dan Standar kecepatan yang wajib dipatuhi beserta mekanisme pengawalannya. "Keselamatan jiwa manusia harus menjadi prioritas paling utama. Jangan pernah menunggu ada korban berikutnya baru dilakukan pembenahan," tegas Anos 

Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan harapan besar yang mewakili suara warga Kota ambon "Masyarakat Ambon berhak menggunakan jalan raya dengan aman, nyaman, dan tanpa rasa takut. Semoga peristiwa kemarin menjadi yang terakhir, dan menjadi momentum teguran bagi semua pihak untuk memperbaiki sistem demi keselamatan masyarakat," tutupnya.

 

Redaksi : DetikAmbon.Com