Minggu, 19 Juli 2026
Detik Ambon Logo
DETIK AMBON AKTUAL TERPERCAYA DAN TERKINI
TRENDING
Seram Bagian Barat

Perahu Kosong Berujung Duka: Tim Penyelam Basarnas Temukan Dedi Suneth di Kedalaman 20 Meter

d
detik ambon Jurnalis Detik Ambon
Thursday, 13 August 2026 | 36 views
Bagikan:
Perahu Kosong Berujung Duka: Tim Penyelam Basarnas Temukan Dedi Suneth di Kedalaman 20 Meter


PIRU, DETIKAMBON.COM – Pagi yang semestinya menjadi awal rutinitas melaut yang biasa, justru berujung pada duka mendalam bagi keluarga Dedi Suneth. Pria berusia 46 tahun ini dilaporkan hilang secara misterius di perairan Dusun Leamahu, meninggalkan tanya dan kepanikan di tengah warga setempat.

Kecurigaan bermula ketika matahari mulai naik. Sekitar pukul 07.00 WIT, warga yang tengah beraktivitas di sekitar pantai dikejutkan oleh temuan sebuah perahu yang terombang-ambing ditiup angin laut. Saat didekati, perahu tersebut dalam kondisi kosong melompong tanpa pemiliknya.

Tragedi ini diyakini sebagai peristiwa sunyi. Tidak ada satu pun saksi mata yang melihat secara langsung momen jatuhnya korban ke lautan. Berdasarkan keterangan pihak keluarga yang dirangkum oleh petugas, insiden nahas ini diperkirakan terjadi pada subuh hari, sekitar pukul 05.00 WIT. Keluarga menduga kuat bahwa Dedi terjatuh dan tenggelam akibat penyakit epilepsi yang diidapnya tiba-tiba kambuh saat ia tengah sendirian di atas perahu.

Menindaklanjuti laporan hilangnya korban, tim dari Badan SAR Nasional (Basarnas) segera dikerahkan ke lokasi. Tepat pukul 15.00 WIT, tim operasi tiba di Dusun Leamahu dan langsung bergerak cepat.

Komandan Tim (Dantim) Operasi SAR, Marlon Salawane, memimpin langsung jalannya pencarian. Setibanya di lokasi, langkah pertama yang dilakukan tim adalah menggali informasi lebih dalam dan berkoordinasi erat dengan keluarga korban serta seluruh unsur SAR gabungan yang telah bersiaga. "Setelah tiba di Dusun Leamahu, kami langsung melakukan pemetaan awal dan berkoordinasi dengan keluarga maupun potensi SAR lainnya di lapangan," ujar Marlon.

Menyadari kondisi perairan dan petunjuk awal dari lokasi penemuan perahu, Basarnas tidak mau membuang waktu. Strategi pencarian bawah air pun diputuskan. Dua personel penyelam Basarnas yang memiliki keahlian khusus langsung dikerahkan untuk menyisir area di bawah permukaan laut, menembus dingin dan gelapnya perairan demi menemukan keberadaan Dedi Suneth.

Upaya pantang menyerah dari tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil menjelang senja. Sekitar pukul 17.40 WIT, suasana tegang di permukaan air pecah ketika tim penyelam memberikan tanda dari bawah laut.

Korban Dedi Suneth berhasil ditemukan di kedalaman yang cukup ekstrem, yakni sekitar 20 meter di bawah permukaan laut. Titik penemuan tersebut berjarak kurang lebih 50 meter dari titik awal kejadian jatuhnya korban. Sayangnya, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Tanpa membuang waktu, proses evakuasi langsung dilakukan secara hati-hati. Menjelang malam, tepatnya pada pukul 18.30 WIT, jasad korban tiba di daratan dan langsung dibawa menuju kediamannya untuk diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga yang telah menanti dengan isak tangis.

Dantim Operasi SAR, Marlon Salawane, menyatakan bahwa dengan ditemukannya dan diserahkannya korban kepada pihak keluarga, maka seluruh rangkaian operasi kemanusiaan ini resmi diakhiri. "Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dalam misi ini secara resmi dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasi mereka," tutupnya. Peristiwa ini meninggalkan duka bagi warga Dusun Leamahu, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan saat melaut.(**)