Minggu, 19 Juli 2026
Detik Ambon Logo
DETIK AMBON AKTUAL TERPERCAYA DAN TERKINI
TRENDING
Kota Ambon

Tak Ingin Jadi Penonton di Blok Masela, Maluku Siap Cetak Pekerja Ahli Migas

d
detik ambon Jurnalis Detik Ambon
Tuesday, 28 July 2026 | 134 views
Bagikan:
Tak Ingin Jadi Penonton di Blok Masela, Maluku Siap Cetak Pekerja Ahli  Migas


Oleh: Redaksi | Ekonomi & Pembangunan

DetikAmbon-Kabar gembira bagi masyarakat Maluku! Proyek raksasa minyak dan gas (migas) Blok Masela akan segera memasuki tahap konstruksi. Tahukah Anda? Pembangunan mega proyek ini diproyeksikan akan menyerap hingga belasan ribu tenaga kerja. Tentunya, ini menjadi peluang emas bagi anak-anak daerah untuk ikut ambil bagian.

Pemerintah Provinsi Maluku pun tidak tinggal diam. Mereka kini tengah mengambil langkah-langkah strategis agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, melainkan ikut merasakan manfaat nyata dari beroperasinya Blok Masela.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku, M. Rizal Latuconsina, mengungkapkan bahwa tahap konstruksi diproyeksikan butuh tenaga kerja yang sangat besar. Berdasarkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari pihak INPEX, sekitar 11 persen dari total pekerja tersebut wajib dialokasikan untuk warga lokal Maluku. "Berdasarkan informasi dari INPEX, tahap konstruksi Proyek Blok Masela diperkirakan melibatkan sekitar 12.000 tenaga kerja," jelas Rizal.

Untuk memastikan kuota 11 persen ini terisi oleh putra-putri daerah yang berkompeten, Pemerintah Provinsi Maluku mulai "jemput bola". Langkah pertama yang diambil adalah mengirimkan surat resmi yang ditandatangani Gubernur Maluku kepada tiga pihak Utama INPEX (Operator Blok Masela), SKK Migas, Petrosea (Perusahaan pelaksana konstruksi). Melalui surat tersebut, pemerintah daerah meminta rincian pasti mengenai tahapan pekerjaan serta jenis keterampilan apa saja yang paling dicari saat proyek mulai berjalan. "Kami perlu mengetahui kebutuhan riil di lapangan sehingga pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri," tambah Rizal.

Sambil menunggu rincian resmi dari pihak perusahaan pelaksana, Disnakertrans Maluku telah memetakan sejumlah keahlian teknis yang diprediksi akan sangat laku keras pada tahap awal konstruksi Blok Masela. Beberapa keahlian teknis yang paling banyak dicari antara lain Operator alat berat,Pengemudi dump truck, Tenaga pembukaan lahan (tree cutting) Berbagai keterampilan teknis pendukung fasilitas konstruksi lainnya." Begitu data pasti dari perusahaan diterima, Disnakertrans langsung tancap gas menggelar pelatihan berbasis kompetensi bagi calon tenaga kerja asal Maluku. Tujuannya satu: membekali peserta dengan keterampilan mumpuni plus sertifikasi profesi." ungkap rizal

Menurut Rizal, sertifikasi ini ibarat "senjata utama". Dengan memiliki sertifikat profesi yang diakui, tenaga kerja lokal Maluku akan punya daya saing tinggi dan tidak akan kalah bersaing dengan pelamar dari daerah lain di seluruh Indonesia. Untuk memastikan kualitas pelatihannya tidak main-main, Disnakertrans tentu tidak bekerja sendirian. Mereka akan menggandeng lembaga-lembaga yang memang ahli di bidangnya agar para lulusan nantinya mendapatkan sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Usulan strategis ini akan segera dipresentasikan kepada Gubernur Maluku, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah. Jika terealisasi, Balai ini akan menjadi "kawah candradimuka" alias pusat pelatihan sekaligus pintu gerbang utama penyediaan tenaga kerja lokal untuk Blok Masela. "Balai ini nantinya menjadi instrumen penting untuk memastikan keterlibatan sumber daya manusia lokal sekaligus mengawasi sejauh mana peluang kerja benar-benar dinikmati masyarakat Maluku," terang Rizal.

Dengan adanya balai khusus ini, pemerintah bisa melacak dengan pasti berapa banyak warga Maluku yang sudah bekerja di Blok Masela, baik saat proyek dibangun maupun saat migas sudah mulai diproduksi. Menariknya, Disnakertrans menegaskan bahwa persiapan tenaga kerja ahli ini tidak semata-mata hanya untuk Blok Masela. Keterampilan yang dimiliki anak-anak Maluku nantinya juga disiapkan untuk mengisi posisi di berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) lain yang ada di wilayah Maluku, seperti Pembangunan Maluku Integrated Port (Pelabuhan Terintegrasi Maluku) Pembangunan Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru.(**)