Minggu, 19 Juli 2026
Detik Ambon Logo
DETIK AMBON AKTUAL TERPERCAYA DAN TERKINI
TRENDING
berita terkini

Tim SAR Bergerak Cepat: Korban meningggal Akibat Gempa NTT Tembus 40 Jiwa

d
detik ambon Jurnalis Detik Ambon
Saturday, 15 August 2026 | 33 views
Bagikan:
Tim SAR Bergerak Cepat:  Korban meningggal  Akibat Gempa NTT  Tembus 40 Jiwa


 JAKARTA, DetikAmbon.com — Dampak kerusakan akibat gempa bumi dahsyat bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dalam pendataan. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan melaporkan adanya penambahan jumlah korban jiwa yang cukup signifikan.

Hingga Sabtu (15/8/2026) petang, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam tersebut dilaporkan telah bertambah menjadi 40 orang.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi data terbaru tersebut berdasarkan laporan langsung dari tim penyelamat yang terus melakukan penyisiran di lapangan. "Per pukul 18.30 WITA, rekapitulasi korban meninggal dunia sementara tercatat sebanyak 40 orang," jelas Fathur Rahman.

Lebih lanjut, Fathur menerangkan bahwa selain korban jiwa, tim di lapangan juga telah mengevakuasi puluhan warga yang terluka akibat reruntuhan bangunan. Sebanyak 50 orang dilaporkan mengalami luka-luka, baik kategori luka ringan maupun luka berat. Dengan demikian, total korban terdampak secara fisik—gabungan dari korban meninggal dan luka-luka—yang telah tercatat oleh pihak SAR mencapai 90 orang. Tim gabungan hingga kini masih terus disiagakan di berbagai titik krusial untuk mencari kemungkinan adanya korban lain yang masih terjebak.

Merespons eskalasi bencana di NTT, pemerintah pusat langsung mengambil langkah tanggap darurat. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menginstruksikan pergerakan cepat untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.

Sebagai langkah awal, Presiden Prabowo telah memberangkatkan Bantuan Presiden (Banpres) berupa puluhan ribu paket sembako pada hari ini, Sabtu (15/8/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah agar negara hadir tepat waktu di tengah situasi krisis. "Telah diberangkatkan ke Maumere berupa 50.000 paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak," ungkap Teddy.

Tidak hanya bantuan logistik, Presiden juga langsung menerjunkan "pasukan penuh" dari kabinetnya. Sejumlah pejabat teras diinstruksikan untuk segera merapat ke Labuan Bajo dan Maumere guna memimpin langsung proses recovery dan evakuasi di lapangan.

Pejabat yang diutus antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BNPB, hingga Kepala Basarnas. Selain itu, turut dikerahkan pula Wakil Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Sosial, yang didukung langsung oleh tim tanggap darurat dari perusahaan BUMN strategis seperti PLN, Pertamina, Telkom, dan Bulog untuk memulihkan infrastruktur dasar. "Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan," tegas Teddy.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa manajemen logistik di lokasi gempa akan dikawal ketat agar terdistribusi merata kepada seluruh pengungsi dan korban.

Kepala BNPB, Suharyanto, menyatakan bahwa puluhan ribu paket Banpres yang dikirimkan oleh Presiden akan menjadi pasokan utama pada fase darurat ini. "Ini segera kami akan kirimkan untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana," kata Suharyanto.

Suharyanto menjabarkan, di luar paket sembako, pemerintah berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar yang paling mendesak bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Bantuan yang saat ini terus disiapkan dan didistribusikan meliputi makanan siap saji, minuman, air bersih, tenda atau tempat berlindung sementara, genset untuk penerangan, serta kebutuhan darurat lainnya.

Sebagai taktik percepatan distribusi, pemerintah akan menggunakan skema subsidi silang antarwilayah. Suharyanto menjelaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah diinstruksikan untuk mengoptimalkan persediaan logistik yang ada di lumbung-lumbung sosial terdekat.

Dalam satu hingga dua hari ke depan, Kemensos akan menggeser stok bantuan dari kabupaten-kabupaten tetangga di NTT yang tidak terdampak atau hanya mengalami dampak ringan. Strategi ini dinilai paling efektif untuk memangkas waktu distribusi, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama kedatangan logistik dari pusat.

Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menjauhi bangunan retak, dan selalu mengikuti arahan petugas berwenang di lapangan.

Penulis : Aswan Wally- DetikAmbon-Jakarta