Warga Aksi Palang Jalan Arbes–Ahuru: Tagih Janji Pemerintah yang Tak Kunjung Ditepati
AMBON — Sejumlah warga yang bermukim di kawasan jalur Arbes hingga Ahuru, Kota Ambon, menggelar aksi pemalangan jalan pada hari ini. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes keras terhadap pemerintah karena menilai janji-janji perbaikan infrastruktur yang pernah disampaikan tak kunjung direalisasikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi pemalangan menggunakan berbagai material seperti batu, kayu, dan ban bekas membuat arus lalu lintas di jalur penghubung tersebut sempat lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa harus memutar balik mencari jalur alternatif.
Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan beberapa poin utama yang menjadi dasar kemarahan mereka.
Jalan utama di kawasan Arbes–Ahuru sudah lama mengalami kerusakan berat, berlubang, dan membahayakan keselamatan pengendara, terutama saat musim hujan. Warga merasa dibohongi karena pihak pemerintah maupun dinas terkait sebelumnya telah berjanji akan melakukan perbaikan secepatnya, namun hingga kini realisasi tersebut nihil. Kondisi jalan yang rusak parah menimbulkan debu pekat saat panas dan berubah menjadi kubangan lumpur atau genangan air saat hujan turun."Kami sudah lelah dengan janji-janji manis pemerintah. Sudah bertahun-tahun jalan ini rusak parah dan tidak ada perhatian serius. Kalau tidak dipasang balok dan batu begini, pemerintah tidak akan pernah turun tangan," ujar salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut.
Menjelang siang hari, aparat kepolisian bersama unsur pemerintah setempat tampak turun ke lokasi untuk mered ecuación situasi dan berdialog dengan warga yang melakukan aksi. Negosiasi berjalan alot, namun aparat berupaya membujuk warga agar bersedia membuka kembali akses jalan demi kepentingan umum, sembari menjembatani pertemuan langsung antara perwakilan warga dan pejabat berwenang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Ambon dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) belum memberikan keterangan resmi terkait kapan perbaikan jalan Arbes–Ahuru akan mulai dikerjakan. Warga memperingatkan bahwa mereka akan kembali melakukan aksi dengan skala yang lebih besar jika tuntutan mereka terus diabaikan.