Waspadai Ancaman Gelombang Tinggi di Perairan Maluku
MALUKU-DETIKAMBON.COM – Memasuki pekan pertengahan Agustus 2026, laut Maluku sedang tidak ramah. Bagi Anda yang berencana menyeberang pulau atau mencari ikan di lautan, ada baiknya menunda sejenak rencana tersebut. Stasiun Meteorologi Maritim Ambon baru saja menyalakan alarm peringatan terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan
Peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG untuk periode 9 hingga 12 Agustus 2026 bukanlah sekadar deretan angka prakiraan cuaca biasa. Ini adalah sebuah alarm peringatan tanda akan bahaya hidrometeorologis yang mengancam nyawa dan urat nadi perekonomian Maluku.
Angka tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter mungkin terdengar moderat bagi kapal-kapal kargo raksasa berukuran ribuan Gross Tonnage (GT). Namun, dalam konteks demografi pelayaran Maluku yang didominasi oleh armada pelayaran rakyat, kapal kayu antarpulau, speedboat, dan perahu nelayan tradisional, gelombang setinggi itu adalah dinding air yang mematikan.Mengingat lambung perahu nelayan tradisional seringkali hanya memiliki ruang bebas (freeboard) kurang dari satu meter di atas permukaan air, hantaman ombak 2,5 meter setara dengan risiko kapal terbalik yang sangat masif.
BMKG mencatat, tinggi gelombang di sejumlah titik perairan hingga mencapai 1,25 hingga 2,5 meter terjadi akibat Pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan rata-rata 4 - 20 Knot. Adanya peningkatan kecepatan angin di wilayah Maluku mempengaruhi kecepatan angin tertinggi/maksimum yang dapat mencapai ≥ 20 knot dan berpotensi terjadi di wilayah Perairan Utara P. Buru, Perairan Selatan P. Buru, Perairan Seram Bagian Barat, Perairan P. Ambon - P. Lease, dan Perairan Seram Bagian Timur (Utara).
Tinggi Gelombang 1.25 - 2.5 m berpeluang terjadi di:
- Perairan Utara P. Buru, Perairan Seram Bagian Barat
- Perairan Timur Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Sermata - Kep. Leti
- Laut Arafuru bagian barat
Saran Keselamatan
Berisiko terhadap keselamatan pelayaran:
- Perahu Nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 m.
- Kapal Tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 m.
BMKG Stasiun Yos Sudarso Ambon memperingatkan warga agar tetap mewaspadai terhadap cuaca buruk di laut, saat ini gelombang di perairan Maluku berkisar antara 1.25 - 2.5 mdengan angin pola angina mencapai 13–16 knot sehingga berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan kapal dapat diantisipasi.(**)
Penulis : Redaksi DetikAmbon.Com