Minggu, 19 Juli 2026
Detik Ambon Logo
DETIK AMBON AKTUAL TERPERCAYA DAN TERKINI
TRENDING
Buru Selatan

Alarm Stunting dan HIV di Bursel, Wabup Gerakkan Lintas Sektor

d
detik ambon Jurnalis Detik Ambon
Tuesday, 28 July 2026 | 105 views
Bagikan:
 Alarm Stunting dan HIV di Bursel, Wabup Gerakkan Lintas Sektor

DetikAmbon- Namrole,  Pemerintah Kabupaten Buru Selatan tengah membunyikan alarm kewaspadaan tinggi terhadap dua ancaman kesehatan utama yang mengintai wilayahnya. Kedua ancaman serius tersebut adalah tingginya angka stunting  pada anak dan potensi penyebaran virus HIV/AIDS di tengah masyarakat.

Menyadari bahwa krisis kesehatan berskala besar ini tidak bisa diselesaikan sendirian oleh para tenaga medis, pemerintah daerah kini mengambil langkah tegas. Pemkab Buru Selatan mulai merapatkan barisan dengan menggandeng seluruh sektor untuk turun tangan secara langsung ke lapangan.

Instruksi tegas ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson E. Selsily, saat memimpin forum pertemuan lintas sektor. Agenda strategis tersebut difokuskan pada penguatan Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Gizi, dan Kesehatan Reproduksi yang digelar di Namrole, pada Selasa (28/7/2026).

Dalam arahannya di hadapan para pemangku kepentingan, Gerson menekankan poin krusial bahwa perang melawan stunting tidak boleh hanya dibebankan di pundak Dinas Kesehatan. Ia dengan tegas meminta seluruh instansi pemerintah, mulai dari level kabupaten, kecamatan, hingga perangkat desa, wajib mengambil peran aktif sesuai kapasitas masing-masing. "Penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah dan unsur masyarakat. Kita semua perlu bergerak bersama untuk memastikan peningkatan kualitas kesehatan generasi muda di Buru Selatan," tegas Gerson.

Untuk merealisasikan hal tersebut, pemerintah menargetkan percepatan penurunan angka stunting dengan strategi intervensi yang ditarik mundur lebih jauh, yakni hingga ke fase pra-kehamilan. Langkah nyata yang didorong meliputi Pendampingan ketat bagi calon pengantin sebelum memasuki jenjang pernikahan. Pemenuhan gizi spesifik dan esensial bagi ibu hamil. Rutinitas pemberian tablet tambah darah yang menyasar kelompok remaja putri.

Selain menyoroti persoalan gizi buruk dan tumbuh kembang anak, Wakil Bupati juga menaruh perhatian ekstra pada urgensi pencegahan penyakit menular seksual. Ancaman HIV/AIDS di wilayah Buru Selatan menjadi salah satu fokus utama yang harus segera dicegah pelebarannya.

Gerson menginstruksikan kepada seluruh Kepala Puskesmas beserta jajaran tenaga kesehatan di Buru Selatan untuk segera mempertajam "radar" deteksi dini di tengah-tengah masyarakat.

Secara khusus, orang nomor dua di Kabupaten Buru Selatan ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap sejumlah kawasan atau titik kumpul komunal. Lokasi-lokasi yang dinilai memiliki risiko tinggi sebagai episentrum penyebaran harus mendapat pemantauan ekstra dari pihak berwenang.

Lebih lanjut, ia meminta agar edukasi publik terkait penularan dan penanganan HIV/AIDS segera digencarkan secara masif. Edukasi yang berkelanjutan dinilai sebagai kunci utama agar masyarakat tidak lengah dan memiliki pemahaman yang benar dalam melindungi diri.

Guna memperkuat fondasi kesehatan masyarakat secara menyeluruh, Pemkab Buru Selatan juga merumuskan dan memperketat standar pelayanan terkait program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Terdapat empat pilar utama layanan kesehatan yang kini diwajibkan untuk berjalan secara optimal di seluruh fasilitas kesehatan, yakn Penguatan Deteksi Dini, Tenaga medis diwajibkan memperketat pengawasan dan pemantauan terhadap kondisi kehamilan yang berisiko tinggi. Sistem Rujukan Terpadu dilakukan perbaikan alur rujukan maternal (ibu) dan neonatal (bayi baru lahir) agar penanganan dalam kondisi darurat medis bisa dieksekusi jauh lebih cepat dan tepat sasaran. Pemerintah memastikan seluruh proses persalinan warga wajib berlangsung di fasilitas kesehatan yang memenuhi standar medis formal, guna menekan angka kematian ibu dan bayi. Puskesmas dan perangkat desa diinstruksikan untuk menggenjot cakupan imunisasi dasar, mengampanyekan ASI eksklusif, serta mengoptimalkan kembali peran kader Posyandu dalam memantau kurva tumbuh kembang balita.

Tim Liputan: Detik Ambon.Com