Minggu, 19 Juli 2026
Detik Ambon Logo
DETIK AMBON AKTUAL TERPERCAYA DAN TERKINI
TRENDING
Berita Daerah

Di Balik Sumpah Jas Putih dan Harapan Besar Bagi Maluku

d
detik ambon Jurnalis Detik Ambon
Wednesday, 12 August 2026 | 48 views
Bagikan:
Di Balik Sumpah Jas Putih dan Harapan Besar Bagi Maluku


DETIKAMBON.COM – Udara pagi di Kampus Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon pada Selasa (11/8/2026) terasa berbeda. Ada haru yang menguar, bercampur dengan rasa bangga yang memenuhi ruangan. Hari itu, 15 anak muda berdiri tegap mengenakan jas putih kebanggaan mereka. Mereka bukan lagi sekadar mahasiswa, melainkan telah resmi menyandang gelar dokter.

Pengambilan Sumpah Dokter Baru Fakultas Kedokteran Unpatti ini bukan sekadar seremonial akademik biasa. Momen sakral ini menjadi tonggak baru bagi pelayanan kesehatan di Bumi Raja-Raja. Kehadiran Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, S.Sos., di tengah-tengah acara semakin menegaskan betapa pentingnya peran belasan dokter muda ini bagi masa depan provinsi kepulauan tersebut.

Dalam sambutan resminya, raut wajah Wagub Vanath memancarkan optimisme sekaligus harapan besar. Pemerintah Provinsi Maluku, tegasnya, membuka pintu selebar-lebarnya dan siap menyambut para pahlawan kesehatan ini. "Pemerintah senantiasa terbuka. Kami menanti pengabdian saudara-saudara di wilayah kepulauan Maluku," ujar Vanath dengan nada penuh semangat, menyapa para lulusan yang kini bersiap menghadapi realitas dunia medis yang sesungguhnya.

Menjadi dokter di Maluku bukanlah tugas yang mudah. Di atas kertas, gelar dokter mungkin sama di seluruh Indonesia. Namun di lapangan, seorang dokter di Maluku harus siap menjadi "pelaut" yang menerjang ombak demi menyelamatkan nyawa di pulau seberang.

Wakil Gubernur Abdullah Vanath sangat menyadari realitas tersebut. Di hadapan para dokter muda, ia menyampaikan sebuah pesan menohok namun sangat inspiratif. Ia menyinggung soal keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi yang saat ini tengah bergulir di pemerintahan. Namun, Vanath menegaskan satu hal, keterbatasan finansial tidak boleh menyurutkan api pengabdian.

Profesi dokter, menurut Wagub, adalah jalan sunyi yang menuntut kemuliaan hati. Diperlukan loyalitas tanpa batas dan kepedulian sosial yang melampaui hitung-hitungan materi, terutama ketika harus berhadapan dengan ganasnya dan luasnya geografis kepulauan. “Wilayah Provinsi Maluku memiliki tantangan dan jangkauan aksesibilitas yang jauh berbeda dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia," papar Vanath.

Kondisi inilah yang membuat intensitas dan totalitas pengabdian tenaga medis menjadi sangat krusial. Kehadiran mereka di pelosok-pelosok desa dan pulau terluar adalah bentuk hadirnya negara. "Pelayanan kesehatan harus bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok,” tambahnya, menitipkan nyawa ribuan warga kepulauan ke pundak para dokter baru tersebut.

Ada satu bagian menarik dari arahan Wakil Gubernur pada pagi itu. Jika biasanya pejabat hanya menyinggung soal infrastruktur dan pelayanan teknis, Vanath justru menyentuh sisi humanis dan sosial dari seorang tenaga kesehatan. Ia menitipkan "pesan kebangsaan".

Di Maluku, seorang dokter acap kali dipandang lebih dari sekadar penyembuh penyakit fisik. Mereka adalah tokoh yang didengar, dihormati, dan menjadi panutan di tengah masyarakat. Posisi istimewa ini, menurut Vanath, harus dimanfaatkan untuk membawa kebaikan yang lebih luas.

Ia meminta para dokter baru ini untuk tidak hanya berkutat dengan stetoskop dan resep obat, tetapi juga turun tangan merawat kondisi sosial masyarakat. Mereka dituntut untuk mengambil peran ganda  sebagai penyembuh raga, sekaligus sebagai agen perdamaian.

Di daerah dengan keberagaman yang kaya seperti Maluku, kehadiran tenaga medis yang mampu merangkul semua golongan tanpa pandang bulu adalah kunci terciptanya keharmonisan. Dokter harus menjadi perekat kerukunan antarwarga. Tubuh yang sehat dalam lingkungan masyarakat yang rukun dan damai adalah resep utama untuk mewujudkan Maluku yang sejahtera.

Kini, tugas berat menanti di depan mata. Ribuan pulau menanti sentuhan tangan dingin mereka. Selamat mengabdi, Dokter! Bawalah kesembuhan bagi raga, dan kedamaian bagi jiwa masyarakat Maluku.(**)