Dikawal Alimudin Kolatlena, BNPB Akhirnya Turun Tangan Atasi Krisis Air Bersih di Seram Bagian Timur
Oleh: Redaksi DetikAmbon.com / Lintas Daerah
BULA, DetikAmbon.com — Bencana kekeringan parah yang melanda wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) akibat kemarau panjang akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi mengutus tim khusus untuk meninjau langsung sejumlah titik krisis air bersih di wilayah tersebut.
Langkah cepat BNPB ini tidak lepas dari upaya taktis Pemerintah Daerah (Pemda) SBT yang mengajukan permohonan bantuan penanganan bencana. Menariknya, permohonan tersebut mendapat pengawalan ketat dari anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku dari Fraksi Gerindra, Alimudin Kolatlena.
Sebagai wakil rakyat, Alimudin Kolatlena diketahui melakukan komunikasi intensif dengan pihak BNPB yang merupakan mitra kerjanya di parlemen. Advokasi ini membuahkan hasil konkret dengan turunnya tim dari pusat ke Kabupaten SBT
Kedatangan tim BNPB di Kecamatan Bula langsung disambut oleh jajaran elit pemerintah dan aparat keamanan setempat. Tim pusat tersebut tidak membuang waktu dan segera melakukan inspeksi ke lokasi-lokasi yang dilaporkan mengalami kondisi paling kritis. Peninjauan ini didampingi langsung oleh Wakil Bupati SBT, Muhammad Miftah Thohah Rumarey Wattimena, serta Wakapolres SBT, Kompol Titus Letfungun.
Sinergi antara Pemda, aparat kepolisian, dan legislatif pusat ini menjadi angin segar bagi masyarakat SBT yang selama beberapa bulan terakhir harus berjuang keras mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Salah satu wilayah sasaran utama dari peninjauan tim BNPB adalah Desa Kampung Wailola, Kecamatan Bula. Di lokasi ini, tim melihat langsung dampak nyata dari kemarau panjang yang mencekik kehidupan warga.
Didampingi Kepala Desa Kampung Wailola, Amin Rumbara, tim BNPB menyusuri sejumlah titik pemukiman. Fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan; sejumlah sumur warga yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan dan sumber air andalan terpantau telah mengering total. Warga terpaksa mencari alternatif sumber air lain yang jaraknya jauh dan debitnya sangat terbatas.
Merespons temuan visual dan data faktual di lapangan, tim BNPB langsung merumuskan langkah intervensi darurat dan jangka menengah. Dari hasil peninjauan tersebut, pemerintah pusat melalui BNPB memastikan akan segera mengeksekusi sejumlah program strategis guna mengatasi krisis air bersih di SBT.
Dua program utama yang dipastikan akan segera berjalan adalah pembuatan sumur bor di titik-titik strategis yang memiliki potensi cadangan air tanah, serta pengoperasian sistem distribusi air bersih secara berkala ke pemukiman warga yang terdampak paling parah.
Langkah taktis ini dinilai sebagai solusi paling rasional untuk menyelamatkan warga dari ancaman krisis kesehatan dan sanitasi akibat ketiadaan air bersih. Kehadiran BNPB sekaligus memastikan bahwa intervensi alat berat dan anggaran untuk pembuatan sumur bor dapat segera direalisasikan tanpa harus menunggu birokrasi yang berbelit.
Respons cepat dari pemerintah pusat ini memantik kelegaan dari warga terdampak. Kepala Desa Kampung Wailola, Amin Rumbara, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya atas kehadiran tim BNPB di desanya. "Alhamdulillah, melalui perjuangan panjang dan kerjasama yang serius bersama semua stakeholder, tim BNPB tiba di Bula dan meninjau langsung lokasi terdampak kekeringan dan kebakaran di Wailola," ungkap Amin Rumbara kepada awak media di lokasi peninjauan.
Pihaknya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah memuluskan jalan masuknya bantuan pusat ke SBT. "Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua dan Tim Apala dan BNPB, Pemda SBT, anggota DPR RI Dapil Maluku Bapak Alimudin Kolatlena, jajaran Polres SBT, serta semua pihak yang telah mendukung langkah ini," tegasnya.
Lebih lanjut, Amin Rumbara menaruh harapan besar agar pasca-peninjauan dan pengumpulan data ini, program pembuatan sumur bor dan distribusi air bersih tidak mengalami penundaan. Kecepatan eksekusi sangat krusial mengingat musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung. "Semoga apa yang telah kami diskusikan di lapangan dapat terlaksana dalam waktu singkat. Saya juga berharap agar seluruh warga Kampung Wailola dapat bekerja sama penuh dan mendukung jalannya program yang akan diluncurkan di desa kita ini nanti," pungkas Amin berharap.
Dengan masuknya BNPB, warga Seram Bagian Timur kini menanti realisasi janji pengadaan air bersih yang akan menjadi penyambung hidup di tengah teriknya kemarau panjang. (**)