El Nino Mengganas! Maluku Status Waspada Kekeringan, Hutan Terbakar Hingga Warga Krisis Air
DetikAmbon.com - Musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai memamerkan taringnya di Provinsi Maluku. Berdasarkan rilis data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Maluku resmi masuk dalam daftar 17 provinsi di Indonesia yang berstatus Waspada Kekeringan.
Kondisi ini bukan sekadar peringatan di atas kertas. Dampaknya sudah mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai pelosok daerah. Menyikapi ancaman serius ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku tak mau tinggal diam dan langsung tancap gas berkoordinasi dengan seluruh BPBD di tingkat kabupaten/kota. Kepala BPBD Provinsi Maluku, Syarif Hidayat, mengungkapkan bahwa laporan krisis alam sudah mulai berdatangan ke mejanya. "Berdasarkan laporan yang masuk, dampak kekeringan parah hingga memicu kebakaran hutan sudah terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dan Kabupaten Buru," ungkap Syarif.
Merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten SBT langsung turun tangan dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak, sembari berjibaku memadamkan titik api di kawasan hutan. Pemandangan serupa juga terjadi di Kabupaten Buru. Pemerintah daerah setempat bahu-membahu menjinakkan si jago merah yang melahap lahan kering. Aksi sigap ini bahkan mendapat dukungan penuh dari Satuan Brimob di Namlea yang ikut turun ke lapangan memadamkan kobaran api.
Ancaman El Nino nyatanya tak pandang bulu. Kota Ambon, yang menjadi pusat aktivitas Provinsi Maluku, turut merasakan imbas dari kemarau panjang ini. BPBD Maluku menerima laporan bahwa sejumlah permukiman padat penduduk yang berada di kawasan dataran tinggi alias pegunungan Kota Ambon mulai "teriak" karena kesulitan mengakses air bersih. Beberapa kawasan yang terdampak cukup parah di antaranya adalah Gunung Nona, Kudamati Atas, serta beberapa lokasi rawan lainnya.
Debit air yang menyusut drastis membuat warga harus berjuang ekstra keras hanya untuk memenuhi kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan air minum. Beruntung, Pemerintah Kota Ambon merespons cepat keluhan warga dengan mengerahkan bantuan pasokan air bersih langsung ke titik-titik krisis.
Di tengah kesulitan ini, Kepala BPBD Maluku, Syarif Hidayat, secara khusus memberikan acungan jempol dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pengemudi truk tangki air. Para sopir truk inilah yang tanpa lelah terus mendistribusikan air bersih, menembus jalanan menanjak dan berliku di kawasan pegunungan Ambon demi memastikan warga tidak mati kehausan. Meski bantuan terus mengalir, masyarakat tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah.
Kekeringan bukanlah bencana yang bisa dilawan hanya oleh pemerintah. Kepala BPBD Maluku, Syarif Hidayat, dengan tegas mengajak seluruh lapisan masyarakat Maluku, khususnya di Kota Ambon, untuk bersatu padu melakukan langkah mitigasi mandiri. "Kita harus bersama-sama memitigasi diri terhadap kondisi kekeringan ini, agar dampaknya tidak meluas dan merusak sendi-sendi kehidupan kita," pesan Syarif.
Kondisi alam sedang tidak bersahabat. Syafif mengingatkan, berhemat, dan jaga lingkungan sekitar agar Maluku Manise bisa selamat melewati terjangan El Nino tahun ini!
Penulis : Redaksi/detikambon