Minggu, 19 Juli 2026
Detik Ambon Logo
DETIK AMBON AKTUAL TERPERCAYA DAN TERKINI
TRENDING
Seram bagian Timur

Harmoni Merah Putih di Ujung Timur Seram : Khidmatnya Ziarah Tabur Bunga di Makam Mayor Abdullah

d
detik ambon Jurnalis Detik Ambon
Saturday, 15 August 2026 | 74 views
Bagikan:
Harmoni Merah Putih di Ujung Timur Seram : Khidmatnya Ziarah Tabur Bunga di Makam Mayor Abdullah


 Oleh: Redaksi DetikAmbon. / Lintas Daerah

GESER, DetikAmbon.com — Langit pagi di pesisir Geser, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tampak cerah pada Sabtu (15/8/2026). Angin laut berhembus pelan, seolah ikut menahan napas ketika derap langkah tegap memecah keheningan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Mayor Abdullah.

Tepat pukul 08.50 WIT, suasana berubah menjadi sangat khidmat. Jarum jam yang terus berdetak seakan membawa ingatan mereka yang hadir kembali ke masa silam, masa di mana darah dan air mata tumpah demi mempertahankan satu kata yang paling berharga “Merdeka”.

Pagi itu, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Seram Timur berkumpul bukan untuk merayakan sesuatu dengan gegap gempita, melainkan untuk menundukkan kepala. Mereka menggelar upacara ziarah dan tabur bunga, sebuah tradisi suci dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berdiri tegap di barisan terdepan, Kapolsek Geser, Iptu MO Solissa, mengambil peran sebagai Inspektur Upacara. Dengan tatapan lurus dan suara bariton yang tegas, ia memimpin pasukan gabungan dari satu regu TNI dan Polri. "Kegiatan ziarah dan tabur bunga ini bukanlah sekadar rutinitas atau seremonial belaka. Ini adalah bentuk penghormatan terdalam sekaligus penghargaan kita terhadap jasa serta pengorbanan para pahlawan. Mereka telah menyerahkan jiwa raganya demi tegaknya bendera Indonesia," tutur Iptu MO Solissa, meresapi setiap makna dari kegiatan yang dipimpinnya.

Upacara pun dimulai. Komandan upacara melangkah ke tengah lapangan, memberikan laporan kesiapan kepada Inspektur Upacara. Di detik-detik tersebut, aura kepahlawanan Mayor Abdullah dan para pejuang lainnya seolah kembali hidup, menyelimuti relung hati setiap peserta yang hadir di pusara.

Jika perjuangan di masa lalu dilakukan dengan mengangkat bambu runcing dan senapan, maka perjuangan di usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81 ini adalah tentang sinergi dan kolaborasi. Hal inilah yang tercermin dari barisan tamu undangan yang memadati area TMP Mayor Abdullah.

Di bawah naungan pepohonan yang rindang, wajah-wajah para pemangku kepentingan di Seram Timur tampak larut dalam kekhusyukan. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya persatuan di ujung timur Pulau Seram.

Tampak berdiri berdampingan dengan penuh wibawa, Camat Seram Timur Said Awat Alhamid dan Danramil 1502-04 Geser Kapten Inf Sofyan Jafar. Kehadiran mereka menegaskan bahwa harmoni antara pemerintah sipil dan aparat keamanan di wilayah ini terjalin dengan sangat erat.

Tidak ketinggalan, para pimpinan instansi turut memberikan penghormatan. Hadir Kepala Lapas Kelas III Geser Nober Hasanda, Kepala KUPP Kelas III Geser Moh Iwan S., dan Kepala KUA Seram Timur Kamarudin Kelsaba.

Menariknya, sektor pendidikan dan layanan masyarakat pun ikut mengambil bagian penting dalam momen bersejarah ini. Terlihat Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Seram Timur Halija Sahaka, Kepala MAN 1 SBT Umar Rauf, Kepala Pos Geser Hasan Nussy, hingga Pejabat Negeri Kilwaru Ahmad Bugis. Kehadiran para tokoh pendidik dan pelayan publik ini membawa pesan tersirat: bahwa kemerdekaan harus terus diisi dengan kecerdasan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Puncak keheningan terjadi ketika Iptu MO Solissa memimpin prosesi Mengheningkan Cipta. Serentak, seluruh peserta menundukkan kepala. Di tengah keheningan, doa-doa terbaik dilangitkan, dipimpin oleh rohaniwan setempat. Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan, sebuah gestur penghormatan tertinggi dari generasi penerus kepada para pendahulunya. Rangkaian upacara protokoler yang kental dengan nuansa militer itu telah usai, namun inti dari kegiatan pagi itu baru saja mencapai puncaknya.

Inspektur Upacara Iptu MO Solissa, bersama jajaran Forkopimcam dan seluruh tamu undangan, perlahan melangkah mendekati pusara demi pusara. Tangan-tangan yang biasanya sibuk mengurus birokrasi, pendidikan, dan keamanan masyarakat itu, kini dengan lembut menaburkan kelopak-kelopak bunga mawar dan melati di atas nisan para syuhada bangsa.

Warna merah dan putih dari kelopak bunga yang menutupi pusara berpadu indah dengan tanah pekuburan, menciptakan sebuah visualisasi yang menyentuh hati. Wangi semerbak bunga tabur seketika menguar, seolah menjadi metafora bahwa nama dan jasa para pahlawan akan selalu harum melintasi zaman.

Satu per satu makam disinggahi. Ada kebanggaan yang terpancar dari wajah para peserta ziarah. Prosesi tabur bunga ini menjadi pengingat visual yang sangat kuat. Bahwa di tanah Geser, kemerdekaan tidak datang dari hadiah, melainkan dari tetesan keringat dan darah.

Bagi warga Seram Bagian Timur, TMP Mayor Abdullah bukan sekadar tempat pemakaman. Ia adalah monumen pengingat. Di usianya yang ke-81 tahun, Republik Indonesia telah melewati banyak gelombang ujian. Namun, semangat dari pusara Mayor Abdullah di Geser membuktikan satu hal, selama generasi penerus masih mau merawat ingatan dan menghargai pahlawannya, bangsa ini tidak akan pernah kehilangan arah.

Kegiatan ziarah dan tabur bunga yang tuntas menjelang siang itu ditutup dengan ramah tamah singkat. Angin kembali berhembus di pesisir Geser, menyebarkan aroma bunga ke seluruh penjuru, membawa pesan optimisme menyambut HUT ke-81 RI. Dari Seram Timur, untuk kejayaan Indonesia.  (Red/DetikAmbon)