Minggu, 19 Juli 2026
Detik Ambon Logo
DETIK AMBON AKTUAL TERPERCAYA DAN TERKINI
TRENDING
Berita Daerah

Insiden Pemukulan ABK KM Sabuk Nusantara 71: Anos Yermias Kecewa Berat dan Beri Peringatan Keras

d
detik ambon Jurnalis Detik Ambon
Friday, 21 August 2026 | 52 views
Bagikan:
Insiden Pemukulan ABK KM Sabuk Nusantara 71: Anos Yermias Kecewa Berat dan Beri Peringatan Keras


DetikAmbon.com – Insiden pemukulan terhadap Anak Buah Kapal (ABK) KM Sabuk Nusantara 71 di perairan sekitar Tiakur memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yermias, secara terbuka menyampaikan rasa sedih dan kekecewaannya yang mendalam atas peristiwa kekerasan yang menimpa kru kapal di tengah laut tersebut.

Sebagai wakil rakyat yang selama ini dikenal vokal memperjuangkan akses transportasi laut dan pelayanan kapal perintis di wilayah kepulauan Maluku, Anos merasa sangat terpukul. Peristiwa ini dinilai mencederai upaya panjang dalam membuka keterisolasian daerah. "Basudara samua yang beta kasihi, beta sangat sedih dan kecewa atas peristiwa pemukulan terhadap ABK KM Sabuk Nusantara 71 yang terjadi di tengah laut, di depan Tiakur," ungkap Anos Yermias dengan nada penuh keprihatinan.

Ia menuturkan, selama ini dirinya bersama berbagai pihak telah berjuang sekuat tenaga memastikan pelayanan kapal perintis berjalan dengan baik demi kepentingan masyarakat. Namun, tindakan kekerasan terhadap ABK yang sedang menjalankan tugas membuat dirinya merasa terpukul hingga sampai pada titik kelelahan mental. "Beta manusia biasa. Ada saatnya beta juga lelah dan kecewa. Saat ini rasanya beta su seng mampu par banyak bicara dan berjuang lai terkait persoalan seperti ini," tambahnya.

Anos juga memberikan peringatan keras dan realistis kepada masyarakat terkait dampak dari insiden keamanan ini. Keselamatan pelayaran merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar. Jika keamanan kru dan kapal terancam, pihak berwenang atau operator memiliki kewenangan penuh untuk melakukan omisi (pembatalan singgah) di pelabuhan terkait.

"Kalau kemudian hari ada omisi terhadap pelabuhan tertentu akibat pertimbangan keamanan setelah kasus ini, maka beta mau sampaikan dari sekarang bahwa beta seng bisa berbuat apa-apa," tegas politisi tersebut.

Ia mengingatkan bahwa keselamatan nakhoda, perwira, ABK, dan seluruh penumpang adalah hal yang paling utama di atas segalanya. Keputusan operasional pelayaran sepenuhnya berada di tangan pihak yang bertanggung jawab terhadap keamanan laut.

Mengakhiri pernyataannya, Anos Yermias mengajak seluruh masyarakat Maluku, khususnya basudara di daerah yang disinggahi kapal perintis, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan sampai ulah segelintir oknum membuat masyarakat satu pulau atau satu daerah harus menanggung akibatnya. "Jangan sampai karena tindakan beberapa orang, masyarakat banyak yang akhirnya menerima akibatnya. Selama ini katong berjuang supaya kapal bisa masuk, kapal bisa sandar, bahkan kalau ada pelabuhan yang belum dilayani katong terus berjuang supaya bisa dilayani. Karena itu, mari katong jaga pelayanan yang sudah ada, bukan justru membuat keadaan yang dapat menyebabkan pelayanan itu terganggu," pesannya.

Peristiwa di Tiakur ini diharapkan menjadi pelajaran serius agar masyarakat tidak mengedepankan emosi sesaat yang justru dapat merugikan kepentingan publik secara luas.(Red/DetikAmbon.com)