Jenderal Petarung - Percepat Pemulihan Hitu-Morella
EKSKLUSIF - DETIK AMBON COM
Oleh: Redaksi Detik Ambon | Kamis 6 Agustus 2026
DETIKAMBON.COM, Angin pagi berembus lembut di pesisir Dusun Tibang, Negeri Hitumesing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Bau khas kayu baru yang baru saja diangkut tercium kental di udara, bercampur dengan wangi asin air laut. Di sela-sela puing yang masih menyisakan kenangan kelam akibat konflik dan kebakaran dimasa lalu, hari ini ada pemandangan yang menyejukkan hati. Tidak ada wajah tegang, tidak ada langkah terburu-buru yang terlihat justru aparat keamanan berseragam loreng dari Satgas Perdamaian Hitu–Morella berdiri berdampingan dengan warga. Mereka tidak sedang memegang senapan dengan waspada, melainkan bahu-membahu memanggul material bangunan, mengukir senyum di wajah-wajah yang lelah.
Inilah potret kesejukan yang kini menyelimuti Hitu-Morella. Di bawah kepemimpinan Mayjen TNI Dody Triwinarto, sosok yang dikenal hangat namun tegas dengan julukan 'Jenderal Petarung', pemulihan pascakonflik tidak lagi sekadar wacana di atas kertas. Sang Jenderal memastikan bahwa prajuritnya turun langsung ke akar rumput, membawa misi yang melampaui tugas pengamanan fisik, mereka membawa pesan kemanusiaan dan harapan untuk masa depan. Hari itu, Satgas Perdamaian Hitu–Morella melakukan pengawalan khusus terhadap pendistribusian material bantuan pembangunan rumah bagi warga yang terdampak kebakaran. Pengawalan ini bukan karena ada ancaman bahaya, melainkan untuk memastikan bahwa keringat para dermawan
sampai ke tangan yang tepat sasaran dengan aman dan tertib. Kehadiran aparat tak lagi dimaknai sebagai penjaga batas wilayah konflik, melainkan pelindung kepingan harapan bagi mereka yang kehilangan rumahnya. Langkah nyata ini merupakan denyut nadi dari komitmen bersama demi mempercepat pemulihan kehidupan warga. Rehabilitasi pascakonflik di wilayah Hitu-Morella bukan hanya soal mendirikan dinding bata dan atap seng. Lebih dari itu, ini adalah usaha merajut kembali tali persaudaraan yang sempat koyak, merekatkan luka lama dengan kasih sayang dan gotong royong.
Di lokasi yang sama, kepedulian juga memancar dari jajaran pemerintah daerah dan kepolisian. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Maluku, Nurjanah Yunus, tampak membaur Bersama masyarakat. Kehadirannya tidak sendiri, ia didampingi oleh Danramil 1504-05/Leihitu Kapten Arm Suriyanto, Kapolsek Leihitu Iptu La Ode, serta sosok penting di lapangan, Ketua Satgas Perdamaian Hitu–Morella Letda Arh Mustari Nunlehu.
Bantuan yang disalurkan hari itu menjadi fondasi awal untuk membangun hunian yang layak. Secara fisik, material tersebut memang akan menjadi rumah. Namun secara psikologis, rumah itu adalah simbol kebangkitan, mengembalikan rasa aman dan menghidupkan kembali roh 'Pela Gandong' dan kebersamaan di tanah Maluku. Bantuan yang didatangkan sangat sarat makna. Sebanyak 33 unit kusen yang terdiri dari 21 kusen jendela dan 12 kusen pintu, beserta 90 batang kayu, didatangkan langsung dari Negeri Morella. Hal ini menjadi simbol menyentuh bahwa bantuan datang dari tangan tetangga, membasuh luka masa lalu.
Mata Saiful Anggoda dan Taher Slamat berkaca-kaca saat menerima bantuan tersebut. Sebagai korban terdampak kebakaran, Saiful menerima 16 kusen jendela, 8 kusen pintu, dan 90 batang kayu untuk menyusun rangka atap rumah impiannya yang sempat sirna. Sementara Taher Slamat membawa pulang 9 kusen jendela dan 4 kusen pintu.
Kadis PKP Provinsi Maluku, Nurjanah Yunus, meyakinkan warga bahwa pemerintah tidak akan berhenti di sini. "Pemerintah akan terus menyalurkan bantuan secara bertahap. Kami melakukan pendataan dan verifikasi saksama. Pembangunan rumah warga ini bukan semata pemulihan fisik. Ini adalah ikhtiar kita untuk membangun kembali tatanan sosial, memperkuat ikatan batin antarwarga agar lebih kokoh dari sebelumnya," tuturnya
Sementara , Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk terus menjaga serta merawat perdamaian yang telah terbangun. Menurutnya, kedamaian merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga melalui semangat persaudaraan serta komitmen untuk menyelesaikan setiap persoalan secara bijaksana dan mengedepankan kepentingan bersama.
Pangdam juga menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat diharapkan terus berperan aktif menjaga persatuan serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Maluku. Dengan dukungan Satgas Perdamaian Hitu–Morella selama proses penyaluran bantuan berlangsung, distribusi bantuan diharapkan dapat berjalan lancar, aman, dan kondusif. Sinergi antara instansi menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program rehabilitasi, mempercepat pemulihan masyarakat, dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Leihitu. (**)