Minggu, 19 Juli 2026
Detik Ambon Logo
DETIK AMBON AKTUAL TERPERCAYA DAN TERKINI
TRENDING
Berita Daerah

Memukau! Bendera Merah Putih 500 Meter Membelah Desa Aboru di HUT ke-81 RI

d
detik ambon Jurnalis Detik Ambon
Tuesday, 18 August 2026 | 34 views
Bagikan:
Memukau! Bendera Merah Putih 500 Meter Membelah Desa Aboru di HUT ke-81 RI


DetikAmbon - Suasana haru dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti Desa Aboru, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Sebuah pemandangan spektakuler sekaligus merinding tersaji saat bendera Merah Putih sepanjang 500 meter dibentangkan dan diarak membelah jalanan desa menuju pesisir Pantai Naira.

Bukan sekadar prosesi biasa, arak-arakan ini menjadi panggung perayaan kemerdekaan yang menyatukan semua lapisan masyarakat. Ratusan warga tumpah ruah ke jalan, tak ingin melewatkan momen bersejarah di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia ini.

Lautan manusia itu terdiri dari berbagai generasi. Para orang tua yang berjalan dengan raut wajah penuh kebanggaan, pemuda-pemudi desa yang menyuarakan semangat juang, hingga para pelajar dari berbagai tingkatan sekolah yang berbaris rapi. Mereka semua membaur menjadi satu, berjalan beriringan bersama para personel TNI dan Polri. Tidak ada sekat, yang ada hanyalah satu identitas: Indonesia.

Kemeriahan di Desa Aboru semakin terasa istimewa dengan kehadiran para pucuk pimpinan daerah dan aparat keamanan yang tak segan turun langsung ke jalan. Mereka tidak hanya memantau, tetapi ikut memanggul sang saka Merah Putih.

Terlihat Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, serta Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IX Ambon Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas berada di tengah-tengah kerumunan warga. Bersama-sama, mereka mengarak kain kebanggaan sepanjang setengah kilometer tersebut menuju Pantai Naira.

Langkah demi langkah yang diayunkan warga dan para pimpinan daerah ini dilakukan sesaat sebelum upacara detik-detik proklamasi dimulai. Sesampainya di Pantai Naira, bendera raksasa itu kemudian dibentangkan dengan gagah, berlatar deburan ombak khas perairan Maluku. Pembentangan di bibir pantai ini bukan tanpa makna, melainkan sebuah simbol kokohnya persatuan dan semangat kebangsaan yang tak pernah luntur oleh ombak zaman.

Momen pembentangan bendera raksasa di Pantai Naira ini menyisakan pesan yang sangat mendalam. Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, mengungkapkan bahwa ada alasan khusus mengapa perayaan sebesar ini digelar di Desa Aboru.

Menurut Jenderal Bintang Dua tersebut, urgensi dari pembentangan Merah Putih sepanjang 500 meter ini adalah sebagai bentuk nyata kecintaan negara dan aparat kepada rakyatnya."Ini adalah wujud kecintaan kepada rakyat, terutama bagi mereka yang berdomisili di pulau-pulau terluar dan terpencil," tegas Pangdam.

Pernyataan ini seolah menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan perhatian negara harus dirasakan secara merata, menjangkau setiap jengkal tanah air, termasuk masyarakat pesisir di kepulauan Maluku yang terus menjaga tegaknya pilar-pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Usai menuntaskan pembentangan bendera di Pantai Naira, semangat ratusan warga tak lantas surut. Mereka kemudian berbondong-bondong bergerak menuju lapangan SMA Negeri 19 Aboru untuk mengikuti puncak acara Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Upacara berlangsung khidmat di bawah langit cerah Maluku Tengah. Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, suasana semakin sakral ketika Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan dengan lantang, membawa ingatan peserta upacara kembali ke momen bersejarah puluhan tahun silam.

Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Pangdam XV/Pattimura kembali berpesan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI yang dirayakan setiap tahun bukanlah sekadar seremonial belaka. "Ini adalah momentum penting untuk selalu mengingat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa," pungkasnya. Sebuah pengingat manis dari Aboru, bahwa kemerdekaan adalah amanah yang harus terus dijaga dengan persatuan. ( **)