Pangdam Pattimura Tegaskan Rekrutmen TNI AD 100% Gratis: Ada yang Minta Duit, Laporkan!
DETIKAMBON.COM - Kabar gembira sekaligus penegasan penting bagi para pemuda-pemudi di Maluku yang bercita-cita mengabdi kepada negara. Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XV /Pattimura membawa pesan tegas, masuk TNI Angkatan Darat (AD) itu murni karena kemampuan, bukan karena isi dompet!
Pernyataan lugas ini disampaikan langsung oleh Pangdam saat menggelar acara silaturahmi yang hangat dan santai bersama para jurnalis, komunitas pengemudi ojek online (ojol), serta perwakilan masyarakat di Markas Kodam XV/Pattimura, Ambon. Langkah ini diambil untuk menepis berbagai isu miring di masyarakat yang seringkali ragu mendaftar karena takut akan biaya siluman.
Di hadapan para hadirin, Pangdam XV Pattimura tak segan-segan memberikan peringatan keras terkait proses penerimaan prajurit baru. Beliau menggarisbawahi bahwa seluruh rangkaian pendaftaran hingga seleksi prajurit TNI AD sepenuhnya bebas biaya. "Siapkan fisik dengan baik, pasti bisa diterima. Tidak ada pungutan biaya dalam proses rekrutmen," tegas Pangdam.
Ia bahkan meminta masyarakat untuk proaktif dan berani buka suara jika menemukan ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang. "Kalau ada yang meminta, segera laporkan!" ancamnya.
Penegasan ini menjadi bukti komitmen kuat Kodam Pattimura dalam menjaga marwah, transparansi, dan keadilan di tubuh institusi TNI AD, sekaligus menindak tegas oknum yang mencari keuntungan pribadi.
Ada yang unik dari cara penyampaian pesan keterbukaan ini. Alih-alih hanya berpidato di forum internal, Pangdam sengaja menggandeng komunitas pengemudi ojek online (ojol) dan jurnalis. Apa tujuannya? Agar pesan ini cepat menyebar dan sampai ke telinga masyarakat hingga ke pelosok gang-gang sempit.
Langkah strategis ini merupakan bentuk nyata kedekatan TNI AD dengan rakyat. Pangdam menyadari betul bahwa isu pungutan liar seringkali menjadi momok menakutkan yang mengubur mimpi anak-anak berprestasi dari keluarga sederhana.
Dengan hadirnya para pengemudi ojol yang setiap hari membelah jalanan Kota Ambon, berharap mereka bisa menjadi agen informasi yang meluruskan stigma negatif di masyarakat. Kesempatan menjadi prajurit TNI AD terbuka sangat lebar bagi siapa saja tanpa adanya diskriminasi status sosial.
Kesiapan fisik dan mental adalah modal utama dan satu-satunya hal yang akan dinilai secara objektif dalam seleksi. Uang tidak akan bisa menggantikan tetesan keringat selama latihan. “Latihan rutin, jaga kesehatan, dan disiplin adalah kunci. Jangan percaya pada jalan pintas,” pesan Pangdam menutup arahannya dengan motivasi.
Jadi, bagi para calon pendaftar, lupakan niat mencari 'calo' atau orang dalam. Mulailah berlatih keras dari sekarang. Kodam Pattimura menanti putra-putri terbaik untuk bergabung, murni berbekal tekad, kesehatan, dan dedikasi. ( **)