Minggu, 19 Juli 2026
Detik Ambon Logo
DETIK AMBON AKTUAL TERPERCAYA DAN TERKINI
TRENDING
Seram bagian Timur

Pemda SBT Perkuat Mitigasi Hadapi Kemarau Panjang

d
detik ambon Jurnalis Detik Ambon
Wednesday, 5 August 2026 | 103 views
Bagikan:
Pemda SBT Perkuat Mitigasi Hadapi Kemarau Panjang

 

DETIKAMBON.COM-BULA, Musim kemarau saat ini berpotensi berlanjut hingga akhir tahun, bahkan diprediksi hingga awal tahun 2027. Karena itu, pemerintah daerah Seram Bagian Timur memperkuat Mitigasi, menekan dampak kekeringan.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis,  badai El-nino telah aktif. Kondisi ini diprediksi memicu kemarau yang lebih kering dan berdurasi lebih panjang hingga 2017 di sebagian besar wilayah Indonesia.

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah daerah Seram Bagian Timur memperkuat langkah Mitigasi, baik untuk mengatasi krisis air bersih, maupun masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) " Terkait kekeringan ini, bukan saja di SBT, ya. Tapi se-Indonesia. Di kabupaten, kita pantau terus di titik kekeringan. Kekeringan ini mungkin berlangsung sampai akhir tahun Bahkan, ada prediksi bisa sampai di awal tahun 2017. Insya Allah, kita ikhtiarkan. Kebutuhan anggaran, cukup memadai. Nanti kita lihat di perubahan, kalau mau tambah, nanti kita tambah ," kata bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, di Bula

Untuk saat ini, Pemda SBT terus fokus menyuplai air bersih untuk warga yang membutuhkan, dan melakukan pemadaman di titik kebakaran. "Saya sudah perintahkan BPBD untuk selalu melakukan Suplai ke masyarakat,," ungkap Alkatiri. 

Sementara langkah Mitigasi, mewaspadai dampak kemarau  ke depan, Pemda SBT melakukan sejumlah langkah preventif. " Ada upaya untuk mencari titik sumber air baru , tapi memang kesulitan juga di beberapa titik, " tandasnya.

Pemda SBT, lanjut Alkatiri juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), termasuk mengupayakan bantuan mobil untuk suplai air. 

Terkait kebakaran hutan, mantan wakil bupati SBT ini menyebutlkan, berdasarkan laporan yang ia terima saat rapat dengan OPD terkait beberapa hari lalu, diduga kebakaran juga disebabkan aktivitas masyarakat membuka lahan baru serta aktivitas lain yang diduga kuat memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) " Karena itu, sebagai langkah preventif, saya sudah perintahkan Camat Bula untuk rapat dengan semua kepala desa, meminta partisipasi kepala desa mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan. Dan bila terjadi kebakaran, cepat menyampaikan laporan," kata Alkatirii.

Upaya pemadaman kebakaran hingga saat ini diperhadapkan pada keterbatasan armada, pada dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan setempat, termasuk mobil penyuplai air untuk Damkar. Karena itu, Pemda SBT terus berupaya, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk penambahan armada. Hasilnya, ada angin segar dari pusat.  "Saya dapat informasi dari kepala dinas Damkar, Insya Allah kita sudah dapat semacam persetujuan dari Kemendagri untuk bantuan mobil Damkar. Yang dibutuhkan adalah anggaran untuk mengangkut dari Jakarta ke sini. Mudah - mudahan di perubahan ini bisa kita alokasikan," kata Alkatirii sembari menambahkan, selain mobil Damkar, Pemda SBT juga mengupayakan pengadaan mobil penyuplai air untuk mobil Damkar saat kebakaran.

Tidak hanya itu, Fachri Husni Alkatiri juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Maluku terkait bantuan untuk menghadapi musim kemarau.  "Mudah - mudahan pemerintah provinsi juga  bisa bantu kita," kunci Alkatiri (****)