Bikin Merinding! Jenderal Bintang Tiga Turun Gunung, 2 Heli Tempur TNI Susuri Hutan Papua Buru OPM
Oleh: Tim Redaksi detikAmbon | Selasa, 28 Jul 2026
DetikAmbon - Pasukan TNI terus mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Pegunungan Papua. Tak tanggung-tanggung, operasi skala besar ini dipimpin langsung oleh perwira tinggi berpangkat Jenderal Bintang Tiga.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, turun langsung memimpin penyisiran dari udara. Menggunakan dua helikopter tempur andalan Angkatan Udara, operasi ini menargetkan titik-titik persembunyian OPM di kedalaman hutan pegunungan yang terjal. Dalam operasi udara yang menegangkan tersebut, Letjen Lucky tidak sendirian. Beliau turut didampingi oleh sejumlah petinggi militer lainnya, di antaranya Kas Kogabwilhan Marsda Joko Sugeng Sriyanto, Asintel Brigjen Tanjung, dan Asops Brigjen TNI Patar Sitorus. Kehadiran para jenderal ini menunjukkan keseriusan penuh TNI dalam memberantas teror separatis di bumi Cenderawasih.
Ketegasan TNI dalam operasi ini tentu bukan tanpa alasan. Letjen Lucky menegaskan bahwa perburuan tidak akan berhenti sampai seluruh anggota kelompok separatis tersebut tertangkap, baik dalam keadaan hidup maupun mati.
Jenderal bintang tiga ini juga mengungkapkan fakta memilukan di lapangan. Menurutnya, aksi kejam OPM selama ini sama sekali tidak pandang bulu. Korbannya bukan hanya warga pendatang atau warga negara asing, tetapi juga saudara-saudara kita warga asli Papua yang tidak bersalah." tegasnya
Operasi militer intensif ini merupakan respons atas eskalasi gangguan keamanan yang terjadi belakangan. Puncaknya, pada 24 Juli 2026 lalu, Satgas TNI diserang secara pengecut oleh kelompok OPM.
Kala itu, prajurit TNI tengah melakukan pengejaran usai kelompok bersenjata tersebut mengganggu proses evakuasi tiga jenazah korban kekejaman mereka di daerah Yahukimo. Kelompok pelaku diketahui melarikan diri dan bersembunyi di kawasan Kali Fis, Distrik Awingbon, Kabupaten Pegunungan Bintang. " tegasnya
Di tengah operasi yang sedang memanas, Letjen TNI Lucky Avianto mengeluarkan ultimatum sangat keras kepada seluruh anggota TPNPB-OPM. Ia meminta mereka segera menghentikan aksi kekerasan, meletakkan senjata, dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Jika peringatan ini diabaikan, TNI dipastikan tidak akan ragu mengambil langkah represif demi menjaga kedaulatan NKRI.
"Kami tidak ragu untuk melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai dengan rule of engagement dan peraturan yang berlaku, sehingga kami yakinkan bahwa kami bertindak secara tegas dan terukur," ujar Letjen Lucky.
Lebih lanjut, Jenderal Lucky juga menceritakan betapa ekstremnya medan operasi yang harus dihadapi oleh para prajurit di lapangan. Dengan mengerahkan seluruh sumber daya militer yang ada—mulai dari pesawat, helikopter, kendaraan tempur darat, hingga pasukan patroli pejalan kaki—TNI terus mendesak pergerakan kelompok separatis.
"Saat ini saya menggunakan helikopter dan saya menyaksikan sendiri begitu sulit medan yang dilalui. Banyak gunung, kemudian lembah, dan juga sungai-sungai," pungkasnya
Operasi militer memberikan gambaran nyata beratnya medan juang di pedalaman Papua. Operasi ini diharapkan segera membuahkan hasil, menetralisir ancaman OPM, agar kedamaian dapat kembali memeluk erat masyarakat di wilayah Pegunungan Papua.
Redaksi. DetikAmbon