Brigjen Audie, Polisi Berkualifikasi Pilot Airbus-320 dan Kapolda Tersingkat se-Indonesia
TIM DETIKAMBON — | SELASA, 01 September 2026 10:15 WIT
DETIKAMBON — Mutasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, sorotan tertuju pada Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru yang harus melepaskan jabatannya sebagai Kapolda Papua Barat Daya dalam waktu yang sangat singkat—bahkan belum genap dua bulan memegang kendali kepolisian di wilayah tersebut.
Pergantian kepemimpinan di Polda Papua Barat Daya tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP/.2026. Dalam telegram tersebut, Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru digantikan oleh Brigjen Pol. Hengki Haryadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Riau. Menariknya, baik Hengki maupun Audie sama-sama memiliki rekam jejak pernah menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat.
Meskipun durasi kepemimpinannya tergolong sangat singkat baru 1 bulan 23 hari sejak dilantik menggantikan Brigjen Pol. Gatot Haribowo pihak kepolisian memastikan bahwa pergeseran posisi ini sama sekali bukan karena adanya pelanggaran atau masalah kinerja.
Sebaliknya, mutasi ini justru merupakan bentuk promosi bagi Audie. Ia dipastikan segera naik pangkat menjadi jenderal bintang dua Polri atau Inspektur Jenderal (Irjen) setelah dipercaya oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menduduki posisi strategis sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat 1 Sespim Lemdiklat Polri.
Menanggapi mutasi kilat yang menjadi perbincangan hangat di kalangan pemerhati hukum dan masyarakat Papua Barat Daya, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Jonny Eddizon Isir, memberikan keterangan resmi. Menurutnya, mutasi dan rotasi di lingkungan Polri merupakan hal yang lumrah dan bagian dari mekanisme pembinaan karier personel. "Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi."Ungkap Irjen Pol. Jonny Eddizon Isir (Kadivhumas Polri)
Dengan pertimbangan tersebut, rotasi cepat ini mencerminkan bagaimana pimpinan Polri menempatkan perwira tinggi pada pos-pos krusial yang membutuhkan keahlian spesifik guna mengakselerasi pengembangan institusi pendidikan dan pelatihan kepolisian.
Sosok Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru bukanlah perwira biasa. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996 ini dikenal memiliki rekam jejak akademik dan keahlian operasional yang sangat luar biasa langka di institusi Kepolisian Republik Indonesia.
Audie tercatat sebagai satu-satunya polisi di Indonesia yang memiliki kualifikasi sebagai penerbang pesawat komersial berbadan sedang jenis Airbus A-320 dengan mengantongi lisensi standar Eropa. Kemampuan menerbangkan pesawat jet komersial kelas dunia ini menunjukkan kapasitas intelektual dan keterampilan motorik tinggi yang dimilikinya di luar tugas-tugas kepolisian konvensional.
Selain sebagai pilot, Audie juga mengoleksi daftar kompetensi khusus yang sangat lengkap dan multidisiplin. Deretan keahlian tersebut meliputi kemampuan terjun payung, keahlian menjinakkan bom (jibom), kemampuan penyelaman profesional, ahli dalam bidang bela diri, penembak mahir, penguasaan teknologi informasi (IT) tingkat lanjut, hingga sertifikasi resmi penerbang. Kombinasi keahlian elit ini menempatkan Audie sebagai salah satu aset SDM paling berharga di tubuh Polri.
Penulis | Redaksi DetikAmbon.com