Darurat El Nino: Prabowo Minta Menteri Jamin Pasokan Air dan Pangan
Oleh | Redaksi Detik Ambon
DetikAmbon– Musim kemarau panjang yang diwarnai fenomena cuaca El Nino kuat diprediksi akan kembali melanda Indonesia pada tahun 2026 ini. Ancaman krisis air bersih, potensi gagal panen yang bisa memicu lonjakan harga pangan, hingga bahaya kabut asap kini menjadi kekhawatiran utama masyarakat luas.
Merespons ancaman tersebut, Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dengan menggelar Rapat Terbatas (Ratas) bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/7/2026).
Rapat ini difokuskan untuk memastikan negara hadir dan siap melindungi masyarakat dari dampak terburuk cuaca ekstrem.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga untuk siaga penuh. Langkah antisipasi harus dikebut sejak dini sebelum krisis benar-benar melanda warga.
“Bapak Presiden menekankan bahwa pemerintah harus siap menghadapi potensi El Nino yang diprediksi cukup kuat. Seluruh langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini, mulai dari penguatan cadangan pangan, percepatan pompanisasi, hingga optimalisasi operasi modifikasi cuaca,” ujar Teddy.
Kekeringan kerap berujung pada sulitnya warga mengakses air bersih dan menurunnya produksi beras. Untuk mengatasi hal ini, Presiden Prabowo mengambil langkah strategis berbasis teknologi
Presiden menugaskan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Pertanian, TNI, dan Polri untuk memetakan penyediaan teknologi penyulingan air laut dan air payau menjadi air tawar (desalinasi).
Pemerintah akan mempercepat pemanfaatan teknologi ketahanan air dengan menentukan titik lokasi prioritas yang paling membutuhkan air bersih
Mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui optimalisasi lahan tanam, termasuk ekspansi ke wilayah dataran tinggi agar pasokan pangan di pasar tetap stabil.
Pengalaman buruk terkait kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius agar kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu.
Pemerintah kini menyiagakan kekuatan udara secara penuh, yang meliputi: Penyediaan helikopter water bombing di daerah-daerah rawan kebakaran. Percepatan pengadaan pesawat angkut strategis. Pengoperasian drone pemadam kebakaran dan sistem pemantauan titik api (hotspot) secara real-time, sehingga bibit api bisa langsung dipadamkan sebelum membesar dan menimbulkan kabut asap.
Penanganan El Nino tidak hanya dibebankan kepada pemerintah pusat. Presiden secara tegas meminta keterlibatan aktif dari Pemerintah Daerah serta perusahaan-perusahaan pemegang izin usaha perkebunan dan Hutan Tanaman Industri (HTI).
Para pengusaha diwajibkan untuk mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan karhutla secara ketat, termasuk membangun infrastruktur penunjang seperti menara pemantau dan cadangan air di wilayah konsesi mereka masing-masing.
Dengan persiapan sejak dini dan pengerahan teknologi secara masif, pemerintah berharap masyarakat dapat melewati ancaman musim kemarau ekstrem dan El Nino tahun ini dengan aman, tanpa krisis air, pangan, maupun darurat asap.