Darwin–Banda Yacht Race 2026: Gerbang Wisata Internasional Banda Naira
DetikAmbon – Pesona wisata bahari dan sejarah Maluku kembali menjadi sorotan dunia. Pada 1 hingga 8 Agustus 2026 mendatang, Kabupaten Maluku Tengah bersiap menjadi tuan rumah perhelatan pelayaran internasional bergengsi, Darwin–Banda Yacht Race 2026.
Berkolaborasi dengan Ambon Sailing Community (ASC) dan komunitas kapal layar (yacht) asal Darwin, Australia, acara ini diproyeksikan menjadi batu loncatan penting untuk mengukuhkan Banda Neira sebagai destinasi wisata unggulan berkelas dunia.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tengah, Jacob J.R. Wattimena, mengungkapkan bahwa diperkirakan akan ada 13 hingga 14 kapal layar yang berpartisipasi dalam ajang ini. Rombongan peserta dijadwalkan mulai merapat di perairan Banda Neira sejak tanggal 1 Agustus dan akan menetap hingga acara penutupan.
Untuk memberikan pengalaman yang berkesan, pemerintah daerah bersama ASC telah menyiapkan agenda penyambutan resmi (welcome ceremony) pada 6 Agustus. Para pelayar internasional ini tidak hanya sekadar singgah, melainkan akan diajak berkeliling (city tour) menikmati jejak-jejak sejarah kolonial dan keindahan alam Banda Neira yang melegenda. "Selama berada di Banda, para peserta tidak hanya menikmati destinasi wisata, tetapi juga diperkenalkan dengan berbagai produk unggulan masyarakat lokal melalui pameran UMKM. Tujuannya, agar manfaat ekonomi dari acara ini bisa dirasakan langsung oleh warga sekitar," jelas Jacob.
Dipilihnya Banda Neira sebagai titik finis perhelatan ini bukanlah tanpa alasan. Menurut Jacob, kepulauan ini memiliki daya pikat yang sangat langka karena mampu menggabungkan berbagai elemen pariwisata dalam satu kawasan yang berdekatan. "Banda merupakan destinasi yang sangat lengkap. Wisata alamnya ada, sejarahnya kuat, budayanya tetap hidup, dan keindahan bawah lautnya sangat memesona. Ditambah lagi dengan ekowisata perkebunan pala yang menjadi bagian penting dari sejarah perdagangan rempah dunia," tuturnya bangga.
Karakteristik inilah yang diyakini sangat cocok dengan minat wisatawan asal Australia, yang selama ini dikenal menaruh ketertarikan tinggi pada wisata layar dan petualangan alam. Jacob juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara ini akan dipusatkan sepenuhnya di Kepulauan Banda, tanpa menyinggahi Masohi, agar peserta dapat benar-benar meresapi keindahan destinasi tersebut.
Menariknya, momentum Darwin–Banda Yacht Race tidak hanya berfokus pada promosi pariwisata semata. Pada malam penutupan di tanggal 8 Agustus, acara akan diisi dengan penyerahan trofi sekaligus diskusi strategis mengenai peluang kerja sama lanjutan antara Maluku Tengah dan Darwin. Diskusi ini akan membuka keran potensi kerja sama di berbagai sektor vital, mulai dari kesehatan, pendidikan, kepemudaan, perikanan, hingga peluang investasi lainnya. Jacob menambahkan, kehadiran turis internasional ini juga menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk terus berbenah, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan publik, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur pariwisata agar memenuhi standar global.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah pun menaruh harapan besar agar inisiatif luar biasa dari Ambon Sailing Community ini tidak berhenti sebagai acara sekali lewat. "Harapannya, kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun dan masuk menjadi kalender tetap pariwisata Kabupaten Maluku Tengah, bahkan ke depannya dapat diusulkan menjadi event pariwisata nasional," tutup Jacob.
Lewat ajang ini, Banda Neira bersiap membuka pintunya lebih lebar, menyambut dunia dengan pesona bahari dan kehangatan sejarahnya.(**)