Gagalkan Penyelundupan ke Papua! Polda Malut Sita Senpi Ilegal dan Ratusan Amunisi
Ternate detikambon- Jaringan peredaran senjata api (senpi) ilegal lintas pulau kembali dibongkar. Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara baru saja mencetak prestasi besar dengan menggagalkan rencana penyelundupan sejumlah senpi dan ratusan butir amunisi mematikan di wilayah Halmahera Utara.
Bukan sekadar peredaran biasa, senjata-senjata ilegal ini dipastikan sudah dikemas dan siap dikirimkan ke wilayah Papua. Langkah tegas aparat kepolisian ini secara langsung telah memutus rantai pasokan persenjataan yang berpotensi memanaskan situasi keamanan dan mengancam nyawa masyarakat sipil maupun aparat di ujung timur Indonesia. Isu keamanan lintas wilayah ini tentu menjadi perhatian serius bagi seluruh kalangan masyarakat yang mendambakan stabilitas nasional. Tiga Tersangka Disergap Dalam operasi tersebut, polisi tidak memberi celah bagi para pelaku. Tiga orang pria yang diduga kuat sebagai otak sekaligus eksekutor dalam jaringan penyelundupan ini berhasil ditangkap dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka. "Dari pengungkapan perkara ini, petugas berhasil mengamankan tiga orang tersangka. Ketiganya masing-masing berinisial BS alias UB, ZS, dan SC," tegas Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Arif Budiman.
Operasi Intelijen Senyap di Halmahera Utara 3Pengungkapan kasus kelas kakap di Halmahera Utara ini bukanlah kebetulan semata. Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Arif Budiman, saat memimpin press release di Mapolda Malut pada Rabu (5/8/2026),
Kapolda membeberkan bahwa ini adalah buah dari kerja panjang dan senyap. Sinergi dan Penyelidikan Intensif Jaringan penyelundup senjata ke Papua dikenal rapi dan terputus. Untuk menembus pertahanan mereka, aparat kepolisian harus mengandalkan taktik tingkat tinggi.
Irjen Pol Arif Budiman menjelaskan, keberhasilan pengungkapan perkara ini merupakan hasil kerja keras jajaran kepolisian melalui berbagai tahapan terukur. "Ini adalah hasil dari kegiatan intelijen yang matang, penyelidikan yang sangat intensif di lapangan, serta sinergi yang solid dengan berbagai instansi terkait," ungkap jenderal bintang dua tersebut di hadapan para awak media.
Ratusan butir peluru dan senpi yang disita kini telah digelar di Mapolda sebagai barang bukti. Keberhasilan intelijen dalam mengendus pergerakan BS, ZS, dan SC sebelum mereka menyeberangkan senjata ke Papua mendapat apresiasi luas. Ini membuktikan bahwa pintu-pintu perbatasan dan titik transit di Maluku Utara diawasi dengan ketat.
Tertangkapnya BS alias UB, ZS, dan SC menjadi peringatan keras bagi kelompok atau individu mana pun yang mencoba menjadikan wilayah Maluku maupun Maluku Utara sebagai jalur transit kejahatan transnasional dan penyelundupan senjata. Ketiga tersangka kini harus berhadapan dengan proses hukum yang berat. Mereka tengah menjalani pemeriksaan mendalam oleh penyidik Ditreskrimum Polda Malut untuk membongkar siapa sosok pemodal utama (cukong) dan penerima akhir senjata mematikan tersebut di tanah Papua.Keamanan untuk Semua Kalangan
Bagi masyarakat luas,pengungkapan ini memberikan rasa aman.
Ketegasan Polri dalam memberangus peredaran senjata api ilegal membuktikan bahwa negara hadir untuk memastikan tidak ada kelompok sipil yang bebas memegang senjata api dan menebar teror. Polda Maluku Utara juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari nelayan, pekerja pelabuhan, hingga tokoh masyarakat di pesisir Halmahera Utara, untuk terus proaktif memberikan informasi jika melihat aktivitas mencurigakan di wilayah perairan atau pelabuhan-pelabuhan tikus.
Penegakan hukum yang tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu ini diharapkan dapat terus menjaga stabilitas keamanan menjelang berbagai agenda penting kenegaraan ke depan.
Tim Redaksi detikambon.Com