Minggu, 19 Juli 2026
Detik Ambon Logo
DETIK AMBON AKTUAL TERPERCAYA DAN TERKINI
TRENDING
Nasional

Kemendagri Minta Pemda Jaga Ketat Harga Beras, Minyak Goreng, dan Cabai di Tengah Lonjakan IPH

d
detik ambon Jurnalis Detik Ambon
Monday, 24 August 2026 | 28 views
Bagikan:
Kemendagri Minta Pemda Jaga Ketat Harga Beras, Minyak Goreng, dan Cabai di Tengah Lonjakan IPH

DETIKAMBON PORTAL BERITA TERPERCAYA & REFERENSI UTAMA MALUKU

Redaksi Detik Ambon | Selasa, 25 Agustus 2026 


JAKARTA DETIKAMBON.COM. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir secara tegas meminta
seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk segera mengambil langkah taktis dalam menjaga
stabilitas  harga  sejumlah  komoditas  pangan  utama  yang  mengalami  kenaikan  Indeks
Perkembangan Harga (IPH), dengan fokus khusus pada beras, minyak goreng, dan cabai. 
Permintaan krusial tersebut disampaikan oleh Tomsi saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian
Inflasi yang dirangkaikan secara khusus dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah. Kegiatan strategis ini digelar secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, pada Senin, 24 Agustus 2026. 
Tomsi  menekankan  bahwa  pengendalian  harga  komoditas  di  tingkat  daerah  tidak  boleh  dilakukan  secara
sembarangan atau sekadar formalitas laporan administratif. Ia mewajibkan seluruh kepala daerah beserta jajaran
terkait untuk turun langsung ke lapangan, memantau realitas pasar, serta memastikan bahwa harga jual di tingkat pedagang  eceran  tetap  patuh  berada  dalam  batas  Harga  Acuan  Penjualan  (HAP)  maupun  Harga  Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan oleh negara. 
"Kami hanya sedikit mengingatkan kembali bahwa tujuan kita agar harga tidak melebihi HAP. Oleh sebab
itu,  kita  berusaha  sekeras-kerasnya.  Sekarang  teman-teman  daerah  juga  kami  minta  untuk  turun  ke lapangan, turun ke pasar, cek betul, dan lakukan upaya-upaya serta langkah-langkah pengendalian secara nyata." Ungkap Tomsi Tohir, Sekjen Kemendagri

 Lebih  lanjut,  ia  menegaskan  bahwa  HAP  merupakan  instrumen  hukum  dan  kebijakan  ekonomi  yang  wajib
dihormati dan dipertahankan. Kemampuan suatu pemerintah daerah dalam mengawal harga pangan agar tetap
stabil sesuai acuan tidak hanya mencerminkan efektivitas birokrasi, tetapi juga menjadi wujud nyata tanggung jawab moral dan administratif dalam melindungi daya beli masyarakat luas. 

Fokus Intervensi Berbasis Data BPS & Sektor Strategis Dalam  pemaparannya  yang  mendalam,  Tomsi  menyoroti  secara  spesifik  komoditas  beras  yang  dilaporkan
mengalami  kenaikan  harga  di  tidak  kurang  dari  132  kabupaten  dan  kota  di  seluruh  Indonesia. 

 Dirinya menginstruksikan agar jajaran Pemda tidak terjebak dalam diskusi inflasi yang bersifat makro atau gambaran umum semata, melainkan harus diarahkan secara tajam pada pemetaan wilayah spesifik serta komoditas pemicu
lonjakan. 

Menurutnya, pendekatan intervensi berbasis data yang akurat dari Badan Pusat Statistik (BPS) mutlak diperlukan agar kebijakan fiskal maupun operasi pasar yang digelontorkan pemerintah daerah benar-benar tepat sasaran
dan efisien.  "Tolong fokus, perhatikan data dari BPS. Minta data sebelum hari Senin daerah mana saja yang mengalami kenaikan harga. Supaya apa? Supaya upaya kita tidak salah sasaran, jangan sampai yang naiknya di kiri, intervensinya ke kanan. Ini yang kami harapkan minggu-minggu ke depan kita lebih fokus." Tegas Tomsi Tohir

Sementara  itu,  untuk  komoditas  minyak  goreng,  Tomsi  menilai  bahwa  peningkatan  kuota  dan  percepatan penyaluran  melalui  Badan  Usaha  Milik  Negara  (BUMN)  yang  membidangi  sektor  pangan  terbukti  sangat membantu meredam gejolak harga di pasaran. 

Ia menginstruksikan Pemda untuk aktif berkoordinasi dengan
jaringan distribusi BUMN guna memastikan pasokan di daerah yang mengalami defisit dapat segera teratasi.  Adapun untuk komoditas cabai, baik cabai rawit maupun cabai merah, Kemendagri mendorong sinergi konkret antara  kementerian/lembaga  teknis  bersama  Pemda.  Gerakan  penanaman  mandiri  di  pekarangan  maupun kawasan sentra pertanian lokal harus digalakkan kembali. Tomsi mengingatkan bahwa persoalan fluktuasi harga cabai bukanlah tantangan baru yang pelik, mengingat pola musiman ini telah rutin diantisipasi sejak tahun-tahun
sebelumnya.  Melalui  rangkaian  rapat  koordinasi  intensif  ini,  Kemendagri  optimistis  bahwa  pengawasan  harga  di  tingkat
regional akan berjalan jauh lebih ketat dan terukur. Harapan besar disematkan kepada para kepala daerah diseluruh penjuru nusantara untuk tidak tinggal diam menghadapi dinamika harga pasar menjelang pergantian
musim ini. 

Dengan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemanfaatan data analitik yang presisi, dampak negatif kenaikan inflasi terhadap kesejahteraan masyarakat diharapkan dapat ditekan seminimal
mungkin. (**)

Penulisa : Aswan Wally | DETIMAMBON.COM-JAKARTA