Penguatan SDM Jadi Kunci Sambut Blok Masela
PROF. DR. ABIDIN WAKANO, M.Ag : REKTOR UIN ABDUL MUTHALIB SANGADJI AMBON
DETIKAMBON* – Pengembangan proyek strategis nasional Blok Masela tidak hanya membutuhkan kesiapan infrastruktur dan investasi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM) masyarakat lokal. Jika tidak dipersiapkan sejak dini, masyarakat dikhawatirkan hanya menjadi penonton di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung di daerahnya sendiri. Pandangan tersebut disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag., yang menekankan pentingnya pengembangan kapasitas (capacity building) masyarakat sebagai langkah strategis menghadapi transformasi besar yang akan dibawa oleh proyek migas tersebut.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga harus memastikan masyarakat adat memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan mengambil manfaat dari setiap peluang yang tercipta. Abidin Wakano menilai proses peningkatan kapasitas masyarakat tidak bisa dilakukan ketika proyek sudah berjalan. Persiapan harus dimulai sejak sekarang melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan yang berkelanjutan.
Ia mengatakan masyarakat perlu dibekali keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan agar mampu bersaing dan berpartisipasi dalam berbagai sektor ekonomi yang akan tumbuh di sekitar kawasan Blok Masela. " Bukan masyarakat dibiarkan begitu saja. Harus ada proses capacity building sehingga mereka memiliki kemampuan menghadapi perubahan sosial yang akan terjadi," ujarnya.
Menurutnya, penguatan SDM menjadi investasi jangka panjang yang jauh lebih penting dibanding hanya mengejar manfaat ekonomi sesaat.
ENTREPRENEURSHIP, EKONOMI KREATIF, DAN EKONOMI SYARIAH HARUS DIKEMBANGKAN*
Selain peningkatan keterampilan, Abidin juga mendorong pengembangan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) masyarakat. Ia menilai peluang ekonomi yang lahir dari Blok Masela tidak hanya berada pada sektor migas, tetapi juga pada berbagai sektor pendukung seperti perdagangan, jasa, kuliner, industri kreatif, hingga ekonomi syariah. Masyarakat harus mampu menciptakan usaha-usaha baru yang dapat menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan proyek maupun kebutuhan masyarakat yang akan terus bertambah. "Entrepreneurship harus dibangun. Ekonomi kreatif harus dikembangkan, ekonomi syariah juga harus dikembangkan, termasuk berbagai bentuk usaha lainnya yang berbasis potensi masyarakat lokal," jelasnya.
Dengan demikian, manfaat ekonomi dari Blok Masela tidak hanya dirasakan oleh investor atau pelaku usaha besar, tetapi juga oleh masyarakat di sekitar kawasan proyek.
MASYARAKAT ADAT PERLU DISIAPKAN HADAPI PERUBAHAN SOSIAL
Abidin juga mengingatkan bahwa masuknya investasi berskala besar hampir selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas penduduk dari berbagai daerah. Kondisi tersebut akan membawa perubahan sosial dan budaya yang memerlukan kesiapan masyarakat lokal untuk beradaptasi. Menurutnya, penguatan keterampilan saja tidak cukup. Masyarakat juga harus dipersiapkan secara mental dan sosial agar mampu hidup berdampingan dengan dinamika baru tanpa kehilangan identitas budaya yang dimiliki. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mengalami culture shock akibat perubahan yang berlangsung begitu cepat. "Skill masyarakat adat harus dipersiapkan. Jangan sampai mereka mengalami culture shock ketika perubahan besar itu datang," katanya.
KOLABORASI JADI KUNCI KEBERHASILAN
Rektor UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon itu menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM tidak mungkin hanya dibebankan kepada satu pihak. Ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keagamaan, serta masyarakat dalam menyiapkan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing. Dengan kolaborasi yang kuat, kehadiran Blok Masela diharapkan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melahirkan masyarakat lokal yang lebih mandiri, produktif, dan mampu menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri. pake foto rektor UIN." tutup wakano. (**)
Catatan Redaksi : DetikAmbon.Com