TNI Intensifkan Patroli Usai Kontak Senjata di Yahukimo
Catatan : Redaksi DetikAmbon
YAHUKIMO — Situasi keamanan di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kini telah berhasil dikendalikan dan berangsur kondusif. Aparat gabungan Komando Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III saat ini terus bersiaga dan memperketat keamanan pasca-insiden kontak senjata mematikan yang terjadi pada Jumat lalu.
Hingga berita ini diturunkan, fokus utama aparat keamanan adalah memastikan keselamatan warga sipil dan mencegah adanya ancaman serangan susulan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat, langkah-langkah strategis tengah dilakukan oleh aparat gabungan pada hari ini adalah Penyisiran Wilayah, Pasukan terus melakukan patroli dan penyisiran secara intensif, tidak hanya di titik kejadian di Yahukimo, tetapi juga meluas hingga ke wilayah Pegunungan Bintang. Pengendalian Situasi pada Titik-titik rawan telah dijaga ketat untuk memastikan tidak ada pergerakan lanjutan dari kelompok bersenjata yang dapat mengancam warga sipil. Aparat berupaya memulihkan aktivitas warga agar kembali normal dengan jaminan keamanan penuh dari negara.
Kilas Balik Kejadian Jumat Lalu
Pengetatan keamanan saat ini merupakan buntut dari kontak senjata yang memakan korban jiwa dari pihak KKB pada pekan lalu. Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengonfirmasi bahwa dalam peristiwa tersebut, aparat gabungan terpaksa mengambil tindakan tegas terukur yang mengakibatkan satu orang anggota KKB tewas tertembak. Anggota KKB tersebut diduga kuat terlibat dalam serangkaian aksi teror terhadap warga sipil di Yahukimo.
Kronologi Singkat
Awalnya, Satgas TNI tengah melakukan operasi evakuasi terhadap jenazah pasangan suami istri, Yantinus Kogoya (akrab disapa Kumis Tua) dan istrinya. Keduanya diduga tewas akibat kekejaman kelompok bersenjata. Serangan Mendadak di lakukan di tengah proses evakuasi yang sedang berlangsung pada Jumat lalu, pasukan TNI tiba-tiba mendapat serangan tembakan mematikan dari arah KKB.Tindakan Balasan dilakukan aparat keamanansebagai prosedur pertahanan diri dan melancarkan tembakan balasan sesuai dengan aturan pelibatan (rules of engagement) operasi militer, yang berujung pada tewasnya satu anggota kelompok penyerang.
Komitmen Penegakan Hukum dan HAM
Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah terpencil di Papua Pegunungan memang kerap menjadi saksi bisu kontak senjata antara KKB dan aparat keamanan, yang sayangnya sering kali berdampak pada warga sipil. Terkait operasi ini, Pemerintah dan jajaran TNI menegaskan tiga hal pentingPerlindungan Sipil dengan terus melakukan : Operasi penegakan hukum untuk menekan aksi kekerasan KKB dan menghentikan jatuhnya korban jiwa dari kalangan masyarakat tak bersalah. Seluruh tindakan aparat di lapangan, termasuk tindakan balasan saat diserang, tetap berlandaskan pada prinsip hukum yang berlaku. Operasi gabungan ini mengedepankan asas perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi warga Papua agar mereka bisa hidup berdampingan dengan damai tanpa bayang-bayang teror.(**)